Redaksi : Kamis, 11 Juni 2026 15:17
mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya

BUKAMATANEWS - Ancaman mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, untuk membongkar borok korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sukses memicu guncangan hebat di panggung politik tanah air. Bak bola salju yang menggelinding panas, sederet tokoh penting dari ranah eksekutif, legislatif, hingga yudikatif kini kompak menyanyikan nada yang sama: **membantah keras keterlibatan mereka.**

Kepanikan massal ini bermula setelah Sony resmi mengajukan diri sebagai *Justice Collaborator* (JC). Demi mendapatkan perlindungan hukum, Sony siap bernyanyi dan membuka "kotak pandora" yang menyeret puluhan nama besar ke dalam pusaran kasus tata kelola program MBG.

"Nyanyian" Sony dalam BAP: 26 Nama dan Potensi Bertambah

Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya tidak main-main. Setidaknya sudah ada 26 nama yang resmi masuk dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di hadapan penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

"Pokoknya dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif. (Paling banyak) legislatif. Total jumlah nama ada 26, dan kemungkinan bisa bertambah. Itu baru sebagian saja," ungkap Krisna memberi sinyal bahaya bagi para elite.

Meskipun daftar hitam tersebut belum dibuka secara gamblang ke publik, desas-desus yang liar di media sosial sudah cukup membuat gerah sejumlah pejabat. Mulai dari pimpinan partai, anggota DPR, hingga petinggi lembaga hukum kini ramai-ramai memasang benteng pertahanan.

Partai Demokrat bergerak cepat memotong rumor. Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa Ketua Umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sama sekali tidak mengenal apalagi berkomunikasi dengan Sony Sanjaya.

"AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan terkait program SPPG maupun urusan lainnya," tegas Herzaky.

Gedung Senayan ikut memanas karena kabarnya sektor legislatif menjadi yang paling banyak terseret. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini (Golkar), langsung pasang badan dan melabeli isu keterlibatan anggotanya sebagai berita bohong. "Tidak benar, semua anggota Komisi IX tidak terlibat korupsi di BGN. Itu infonya hoaks," ujarnya. Bantahan senada sebelumnya juga dilayangkan oleh anggota Komisi IX lainnya, Irma Chaniago (PAN).

Sanggahan Mengejutkan dari Internal KPK

Tidak hanya kluster politisi, badai isu ini bahkan menerpa internal lembaga antirasuah. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, ikut meradang setelah namanya ikut terseret dalam pusaran rumor bisnis dapur program MBG.

"Saya tidak kenal secara personal dengan Sony dan saya tidak pernah komunikasi untuk minta titik dapur, apalagi membeli titik karena saya tidak bisnis dapur," cetus Fitroh ketus.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memperkuat pembelaan tersebut dengan mengklarifikasi bahwa yayasan milik Fitroh yang dituding terlibat sebenarnya sudah berdiri jauh sebelum program MBG dicetuskan, dan murni bergerak di bidang sosial.

Apa Selanjutnya?
Dengan status Sony Sanjaya sebagai *Justice Collaborator*, bola panas kini berada di tangan Kejaksaan Agung. Publik kini menunggu, apakah 26 nama yang dikantongi penyidik akan benar-benar terseret ke meja hijau, ataukah riuh bantahan para elite ini sukses meredam nyanyian sang peniup peluit (*whistleblower*).