Sekda Makassar Paparkan Strategi Tekan Pengangguran di Hadapan Peserta PKA Halmahera Selatan
Andi Zulkifly menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Makassar sebagai lokasi studi lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang berbagi pengalama
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kota Makassar kembali menjadi rujukan pembelajaran inovasi pelayanan publik dan transformasi digital pemerintahan. Hal itu terlihat saat Sekretaris Daerah Makassar, Andi Zulkifly, menerima rombongan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrasi (PKA) Angkatan I Kabupaten Halmahera Selatan di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Selasa (19/5).

Rombongan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdullah Kamardullah, bersama para peserta PKA Tahun 2026 yang datang untuk mempelajari berbagai inovasi dan strategi pembangunan daerah yang diterapkan Pemkot Makassar.
Dalam sambutannya, Andi Zulkifly menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Makassar sebagai lokasi studi lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antardaerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Momentum ini sangat penting dan strategis untuk saling bertukar informasi serta menambah wawasan. Tidak hanya Kota Makassar yang berbagi inovasi, tetapi kami juga ingin belajar dari Kabupaten Halmahera Selatan,” ujarnya.

Mantan Kepala Bappeda Makassar itu menegaskan, setiap daerah saat ini dituntut menghadirkan inovasi yang tidak sekadar menjadi konsep, tetapi benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menilai, inovasi pemerintahan harus diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik, membuka peluang ekonomi baru, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Andi Zulkifly memperkenalkan Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan jasa terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 1,4 juta jiwa. Di balik pertumbuhan tersebut, Makassar juga menghadapi tantangan tingginya angka pengangguran terbuka akibat arus urbanisasi yang terus meningkat.
“Makassar menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan dan membuka usaha. Ini menjadi tantangan tersendiri karena terjadi persaingan antara tenaga kerja lokal dan pendatang,” jelasnya.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang mencapai 5,34 persen dinilai menjadi modal penting untuk terus mendorong investasi dan pengembangan sektor usaha. Pemkot Makassar pun terus memperkuat promosi daerah agar menarik bagi investor, wisatawan, hingga penyelenggaraan kegiatan nasional dan internasional.
Dalam kesempatan itu, Andi Zulkifly juga memaparkan sejumlah program unggulan Pemkot Makassar yang masuk dalam visi “Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan”. Program tersebut meliputi aplikasi layanan publik terintegrasi “Lontara”, pemasangan instalasi air bersih gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah, seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, hingga program iuran sampah gratis bagi pelanggan listrik 450 sampai 900 VA.
Aplikasi “Lontara” disebut menjadi salah satu langkah transformasi digital Pemkot Makassar dalam mempermudah pelayanan masyarakat melalui integrasi berbagai layanan dan kanal pengaduan dalam satu platform.
“Dulu setiap SKPD memiliki aplikasi masing-masing sehingga masyarakat kesulitan. Sekarang kami integrasikan ke dalam satu aplikasi agar pelayanan lebih mudah dan efektif,” katanya.
Selain fokus pada digitalisasi pelayanan, Pemkot Makassar juga terus mengembangkan program Makassar Creative Hub sebagai ruang pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda dan pelaku UMKM. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan keterampilan baru sekaligus membuka lapangan kerja.
Di akhir pemaparannya, Andi Zulkifly menekankan pentingnya peningkatan literasi digital masyarakat agar transformasi teknologi di sektor pemerintahan dapat berjalan maksimal.
“Aplikasi yang bagus tidak akan maksimal jika masyarakat belum memahami teknologi. Karena itu, tugas pemerintah bukan hanya membuat aplikasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar melek digital,” tuturnya.
News Feed
Berita Populer
19 Mei 2026 10:25
19 Mei 2026 08:08
19 Mei 2026 10:13
19 Mei 2026 11:32
