Redaksi
Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 11:28

Kota Makassar Bidik Revolusi Transportasi: Gandeng Sinar Jaya Hadirkan Bus BTS Kampus

Kota Makassar Bidik Revolusi Transportasi: Gandeng Sinar Jaya Hadirkan Bus BTS Kampus

Makassar bersiap menyambut revolusi transportasi umum! Pemkot jajaki kerja sama bus BTS dengan PT Sinar Jaya demi hadirkan angkutan massal yang nyaman.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Wajah transportasi publik di Kota Makassar bersiap mengalami transformasi besar. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kini tengah menjajaki peluang kolaborasi strategis bersama raksasa transportasi, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, untuk memboyong sistem bus Buy The Service (BTS) demi menciptakan jaringan angkutan massal yang modern, nyaman, dan saling terintegrasi.

"Coba bayangkan kalau kita bergerak dari arah Daya, begitu keluar langsung disambut deretan kampus. Jalur mahasiswa ini sangat hidup dan punya potensi ekonomi serta mobilitas yang luar biasa besar untuk kita garap," ungkap Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima audiensi jajaran PT Sinar Jaya Megah Langgeng di Balai Kota, Senin (18/5/2026).

Pertemuan krusial yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Sinar Jaya Megah Langgeng, Teddy Rusly, ini fokus membedah cetak biru angkutan massal masa depan Makassar. Kehadiran armada bus ini ditargetkan menjadi magnet baru yang mampu memikat masyarakat agar mau beralih dari kendaraan pribadi—yang selama ini menjadi biang kerok kemacetan kota.

Dalam rencana strategisnya, Munafri merancang koridor utama yang akan membentang dan menghubungkan Terminal Daya menuju Mallengkeri. Jalur emas ini diproyeksikan memayungi aktivitas akademik di lima kampus raksasa Makassar, yaitu:

1.Universitas Hasanuddin (Unhas)

2. Universitas Negeri Makassar (UNM)

3.Universitas Muslim Indonesia (UMI)

4.Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar

5.Universitas Cokroaminoto

Tidak sekadar menghadirkan bus baru, proyek ini juga mengusung misi besar menata ulang ekosistem transportasi lokal. Selama ini, angkutan kota konvensional atau pete-pete kerap berjalan tanpa arah yang teratur karena dipaksa menjadi moda utama. Nantinya, pete-pete akan direvitalisasi untuk memegang peran aslinya yang sangat vital, yaitu sebagai feeder (angkutan pengumpan) menuju koridor bus utama.

"Akar masalahnya adalah kenyamanan. Karena fasilitas publik saat ini belum memadai, warga akhirnya memilih beralih ke kendaraan pribadi. Penumpukan inilah yang mengunci jalanan kita," tambah Munafri.

Demi menjamin keberlangsungan proyek ini, Pemkot Makassar menawarkan formula kerja sama investasi dengan sistem bagi hasil yang saling menguntungkan. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah daerah juga siap pasang badan dengan mengucurkan subsidi tarif melalui dana APBD agar biayanya tetap ramah di kantong masyarakat luas.

"Saya minta dibuatkan sistem yang matang agar subsidi APBD bisa masuk dengan tepat sasaran. Kita kalkulasi dengan cermat berapa besaran subsidi yang dibutuhkan, sehingga kualitas layanan transportasi di Makassar benar-benar naik kelas," tegasnya.

Matang Secara Regulasi
Meski bergerak cepat, Munafri menginstruksikan agar seluruh tahapan proyek ini wajib berpijak pada kajian teknis mendalam dan payung regulasi yang kokoh. Langkah preventif ini diambil demi memastikan seluruh implementasi di lapangan berjalan dengan aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkot Makassar