Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Senin, 04 Mei 2026 16:20

Sejumlah komoditi penyumbang inflasi di Kabupaten Luwu Timur.
Sejumlah komoditi penyumbang inflasi di Kabupaten Luwu Timur.

Inflasi Terkendali, BPS Apresiasi Kinerja Pemkab Luwu Timur

Berdasarkan hasil pemantauan, pada April 2026 terjadi kenaikan IHK dari 109,23 pada April 2025 menjadi 112,49 pada April 2026.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur, Abdullah Pannu, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, khususnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), yang dinilai berhasil mengendalikan angka inflasi di daerah.

Hal itu disampaikan Abdullah Pannu saat merilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Luwu Timur April 2026, pada Senin, 4 Mei 2026.

Ia mengungkapkan, pada April 2026, inflasi year on year (y-on-y) Kabupaten Luwu Timur tercatat sebesar 2,98 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,49.

"Secara year to date (y-to-d), Kabupaten Luwu Timur pada bulan April 2026 mengalami inflasi sebesar 1,98 persen. Sementara secara year on year (y-on-y), inflasi sebesar 2,98 persen. Kami mengapresiasi kinerja Pemkab Luwu Timur, khususnya TPID, yang berhasil mengendalikan angka inflasi," kata Abdullah Pannu.

Ia memaparkan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran.

Adapun rinciannya, kelompok makanan, minuman dan tembakau naik 4,34 persen, pakaian dan alas kaki 1,48 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,52 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,63 persen, kesehatan 4,43 persen, transportasi 0,98 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,73 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,75 persen, pendidikan 1,35 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,32 persen, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya 8,89 persen.

"Kalau secara month to month (m-to-m), Kabupaten Luwu Timur pada bulan April 2026 mengalami deflasi sebesar 0,08 persen," imbuhnya.

Lebih jauh, Kepala BPS Luwu Timur menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, pada April 2026 terjadi kenaikan IHK dari 109,23 pada April 2025 menjadi 112,49 pada April 2026.

Untuk komoditas penyumbang inflasi y-on-y yang dominan, antara lain tomat, daging ayam ras, udang basah, sigaret kretek mesin (SKM), telur ayam ras, sewa rumah, sigaret kretek tangan (SKT), emas perhiasan, ikan bandeng, sabun mandi, bawang merah, nasi dengan lauk, minyak goreng, pepaya, semangka, asam, kopi bubuk, kue basah, telepon seluler, dan pembasmi nyamuk bakar.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y, yaitu ikan teri, cabai rawit, semen, beras, bola lampu, ikan layang, bawang putih, biskuit, cabai merah, bensin, penyedap masakan, ikan asin teri, lipstik, lemari pakaian, pembersih lantai, jagung manis, susu cair kemasan, sabun cair, kemiri, dan telur itik.

"Sementara secara m-to-m, terjadi deflasi sebesar 0,08 persen dengan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi m-to-m pada April 2026, diantaranya ikan bandeng, daging ayam ras, ikan layang, ikan cakalang, angkutan antar kota, ikan kembung, biskuit, ikan mujair, telur ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, sabun detergen bubuk, dan lipstik. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada April 2026, antara lain tomat, bawang merah, udang basah, kue basah, beras, minyak goreng, donat, pepaya, semangka, asam, gula pasir, terong, dan buncis," urainya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Luwu Timur #BPS Luwu Timur #inflasi #TPID