Setelah NTB, BGN Juga Tutup Ratusan Dapur SPPG di Sulsel
02 April 2026 11:56
Sejumlah rudal dilaporkan menghantam beberapa titik strategis, termasuk kawasan Jalan Jomhouri di Teheran yang mengalami kerusakan. Dentuman keras juga terdengar di sedikitnya empat kota lain: Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Warga setempat mengaku guncangan ledakan terasa hingga menggoyang bangunan di sekitar mereka.
BUKAMATANEWS - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik kritis pada Sabtu (28/2/2026). Serangan militer dilaporkan menghantam sejumlah wilayah di Iran, dengan ledakan pertama terdengar di ibu kota, Teheran. Operasi tersebut kemudian dikonfirmasi melibatkan Israel dan Amerika Serikat, memicu kekhawatiran eskalasi konflik terbuka di kawasan.

Sejumlah rudal dilaporkan menghantam beberapa titik strategis, termasuk kawasan Jalan Jomhouri di Teheran yang mengalami kerusakan. Dentuman keras juga terdengar di sedikitnya empat kota lain: Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Warga setempat mengaku guncangan ledakan terasa hingga menggoyang bangunan di sekitar mereka.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa negaranya melancarkan serangan pendahuluan guna “menghilangkan ancaman terhadap Israel.” Namun, ia tidak merinci bentuk ancaman yang dimaksud.
Di saat hampir bersamaan, sirene peringatan meraung di berbagai wilayah Israel. Pemerintah meminta warga tetap berada di dekat tempat perlindungan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan. Militer Israel menyebut langkah tersebut sebagai peringatan proaktif menghadapi potensi peluncuran rudal dari Iran.
Sumber Reuters mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang mengonfirmasi keterlibatan pasukan AS dalam operasi tersebut. Meski demikian, pihak militer Amerika belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait detail maupun skala keterlibatan mereka.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Teheran terkait program nuklirnya. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya memperingatkan akan adanya konsekuensi serius jika Iran menolak kesepakatan baru mengenai masa depan program nuklirnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat diketahui mengerahkan tambahan jet tempur dan kapal perang ke kawasan Timur Tengah—langkah yang dipandang sebagai sinyal tegas kepada Teheran agar bersedia bernegosiasi. Putaran ketiga pembicaraan antara AS dan Iran di Swiss memang telah berlangsung, namun negosiasi berjalan alot. Washington mendorong agar isu rudal balistik Iran turut dibahas, sementara Teheran bersikukuh bahwa agenda hanya mencakup program nuklir.
Sebelumnya, Iran juga telah mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB yang menegaskan akan merespons keras jika menjadi sasaran agresi militer.
Dampak konflik ini langsung terasa di pasar global. Harga minyak melonjak tajam akibat kekhawatiran gangguan pasokan, mengingat posisi Iran sebagai salah satu produsen minyak utama dunia dan letaknya yang strategis di sekitar Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi global.
Hingga Sabtu sore waktu setempat, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun tingkat kerusakan secara menyeluruh. Namun dengan eskalasi yang terus meningkat, perhatian dunia kini tertuju pada perkembangan situasi yang berpotensi mengguncang stabilitas kawasan dan ekonomi global.
02 April 2026 11:56
02 April 2026 09:30
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:04
02 April 2026 11:56
02 April 2026 11:25