Enam Minggu Menuju Krisis? Eropa Waspadai Kekurangan Bahan Bakar Pesawat
Stok menipis dan harga melonjak, penerbangan Eropa dihadapkan pada ancaman serius akibat krisis pasokan bahan bakar jet.
BUKAMATANEWS - Eropa kini menghadapi ancaman serius di sektor penerbangan akibat terganggunya pasokan bahan bakar jet, seiring berlarutnya konflik di Timur Tengah. International Energy Agency memperingatkan stok bahan bakar pesawat di kawasan tersebut berpotensi mencapai titik kritis dalam waktu dekat.

Gangguan ini dipicu oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran selama lebih dari enam minggu, yang menghambat jalur distribusi energi global dan mendorong lonjakan harga bahan bakar.
Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menyebut situasi yang dihadapi Eropa semakin mendesak. Ia memperkirakan cadangan bahan bakar jet di kawasan tersebut bisa tersisa hanya untuk sekitar enam minggu jika gangguan pasokan terus berlanjut.
Dalam laporan pasar minyak bulanannya yang juga dikutip BBC, IEA menegaskan bahwa kawasan Teluk merupakan pemasok utama bahan bakar penerbangan global. Ketergantungan tinggi ini membuat pasar sangat rentan terhadap gangguan distribusi dari Timur Tengah.
Tidak hanya itu, kilang di negara lain seperti Korea Selatan, India, dan China turut terdampak karena bergantung pada pasokan minyak mentah dari kawasan yang sama. Kondisi ini memperburuk tekanan terhadap rantai pasok global dan mengganggu stabilitas pasar bahan bakar penerbangan.
IEA memperingatkan bahwa jika Eropa gagal menggantikan setidaknya separuh pasokan dari Timur Tengah, kekurangan fisik bahan bakar dapat terjadi di sejumlah bandara. Dampaknya bisa berupa pembatalan penerbangan hingga penurunan permintaan perjalanan udara.
Bahkan dalam skenario yang lebih optimistis, ketika hingga 75 persen pasokan berhasil dialihkan dari sumber lain, risiko kekurangan masih tetap ada—terutama menjelang puncak musim perjalanan pada musim panas.
Situasi ini memaksa negara-negara Eropa untuk segera mencari sumber pasokan alternatif dan memperkuat strategi energi guna menjaga stabilitas sektor penerbangan. Tanpa langkah cepat, krisis bahan bakar berpotensi meluas dan mengganggu mobilitas udara secara signifikan di kawasan tersebut.
News Feed
Berita Populer
19 April 2026 15:36
19 April 2026 15:33
19 April 2026 19:18
