Redaksi
Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 23:15

Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei

Iran Tolak Gencatan Senjata AS, Tegaskan Fokus Capai Tujuan Strategis Perang

Iran menolak tawaran gencatan senjata dari AS dan menegaskan fokus pada pencapaian tujuan strategis perang, di tengah klaim adanya upaya negosiasi yang dibantah Teheran.

BUKAMATANEWS - Pemerintah Iran dilaporkan menolak tawaran gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat di tengah meningkatnya upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak akhir Februari lalu.

Media pemerintah Iran, FARS News Agency, pada Rabu (25/3) mengutip sumber yang disebut “terinformasi” menyatakan bahwa Teheran tidak bersedia menghentikan pertempuran, meskipun ada dorongan dari Washington untuk memulai pembicaraan tidak langsung.

Iran tidak menerima gencatan senjata,” ujar sumber tersebut, seperti dikutip dari laporan yang dipublikasikan melalui kanal Telegram FARS. Ia menambahkan bahwa tidak masuk akal bagi Iran untuk terlibat dalam proses semacam itu dengan pihak yang dianggap telah melanggar kesepakatan.

Menurut sumber yang sama, Iran saat ini masih berfokus untuk mencapai tujuan strategis dalam perang yang dimulai pada 28 Februari, menyusul serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Republik Islam tersebut. Peluang untuk mengakhiri konflik, kata dia, baru akan terbuka setelah target-target tersebut tercapai.

Sementara itu, laporan sebelumnya dari Associated Press menyebutkan bahwa Iran telah menerima proposal perdamaian berisi 15 poin dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, klaim tersebut belum diikuti dengan tanda-tanda kesepakatan.

Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa saat ini tengah berlangsung negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan ini langsung dibantah oleh pihak Iran, yang menegaskan tidak ada pembicaraan langsung antara kedua negara hingga saat ini.

Situasi ini menunjukkan bahwa upaya diplomatik untuk meredakan konflik masih menghadapi jalan terjal, dengan kedua pihak tetap bersikukuh pada posisi masing-masing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Iran