Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 11 Desember 2025 17:03

Seminar Detail Engineering Design (DED) yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kantor Bupati Luwu Timur, Malili, Kamis, 11 Desember 2025.
Seminar Detail Engineering Design (DED) yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kantor Bupati Luwu Timur, Malili, Kamis, 11 Desember 2025.

Mantapkan Rancangan Pembangunan RSUD Malili, Pemkab Luwu Timur Gelar Seminar DED

Perhatian khusus dalam seminar ini tertuju pada rancangan poliklinik yang menggunakan model ruangan berbentuk piano, dengan tujuan agar pasien yang datang tidak mengalami tekanan atau stres akibat penyakit yang diderita.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malili Kelas B melalui seminar Detail Engineering Design (DED) yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kantor Bupati Luwu Timur, Malili, Kamis, 11 Desember 2025.

Seminar ini menghadirkan empat konsultan DED profesional, yaitu Tenaga Ahli Teknik Bangunan Rumah Sakit Ir. Achmad Anshar; Tim Struktur Muh Irfan; Tenaga Ahli BIM Ir. Aripin YS; dan Tenaga Ahli MEP Ahmad Taslim.

Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Aziz, didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Helmy Kahar, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan memberikan masukan dan pertimbangan untuk memantapkan rancangan pembangunan RSUD Malili sebagai rumah sakit ibu kota Kabupaten yang letaknya di sekitaran stadion H. Andi Hasan Opu To Hatta.

"Saya berharap saran dan berbagai pertimbangan dari peserta seminar dapat menjadikan proses perencanaan desain bangunan lebih komprehensif," ujar Aswan.

Kegiatan ini membahas empat pokok utama, yaitu landasan hukum, kondisi eksisting, rencana desain, Building Information Modeling (BIM), serta rencana anggaran biaya.

Ir. Achmad Anshar mengungkapkan bahwa, hasil DED ini masih bersifat preliminer dan mencakup desain tidak hanya satu gedung, melainkan 27 gedung sebagai satu kawasan terpadu.

Ia juga menjelaskan bahwa struktur bangunan telah dirancang tahan gempa dengan dominasi konsep bangunan horizontal dibandingkan metode vertikal.

Perhatian khusus dalam seminar ini tertuju pada rancangan poliklinik yang menggunakan model ruangan berbentuk piano, dengan tujuan agar pasien yang datang tidak mengalami tekanan atau stres akibat penyakit yang diderita.

Selain itu, tim konsultan menjelaskan rencana pembangunan gedung instalasi rawat inap KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) dengan kapasitas 144 tempat tidur. Gedung ini akan mengadopsi konsep energi hijau (green energy), di mana setiap kamar memiliki jendela yang memungkinkan sirkulasi udara setiap enam jam. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Luwu Timur #Seminar DED #RSUD Malili