Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 11 Desember 2025 18:40

Ist
Ist

Disokong Sektor Pertambangan, Ekonomi Luwu Timur Tumbuh 5,36 Persen

Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 2,40 persen yang mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas investasi, terutama pada pembangunan infrastruktur dan pengadaan barang modal.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Kondisi perekonomian Kabupaten Luwu Timur dibawah kepemimpinan Irwan Bachri Syam - Puspawati Husler menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Luwu Timur Triwulan III-2025 tumbuh 5,36 Persen (y-on-y), tumbuh 3,84 Persen (q-to-q), dan tumbuh 4,25 Persen (c-to-c).

"Ekonomi Luwu Timur triwulan III-2025 terhadap triwulan III-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,36 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Sektor Primer mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 6,94 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,17 persen," jelas Kepala BPS Luwu Timur, Muh Husri Harta Saham melalui keterangan resminya, Kamis, 11 Desember 2025.

Ia menjelaskan, pertumbuhan terjadi pada seluruh sektor. Lapangan usaha yang mencapai pertumbuhan siginifikan adalah lapangan usaha pada Sektor Primer sebesar 6,94 persen. Selanjutnya diikuti oleh lapangan usaha pada Sektor Sekunder sebesar 1,77 persen dan lapangan usaha pada Sektor Tersier sebesar 1,46 persen.

"Tumbuh signifikannya lapangan usaha kategori Pertambangan dan Penggalian pada Sektor Primer menjadi salah satu penyebab tumbuh tingginya Sektor Primer," ungkapnya.

Husri menambahkan, pada triwulan III-2025, perekonomian Kabupaten Luwu Timur yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) tumbuh sebesar 4,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (c-to-c).

"Pertumbuhan ekonomi ini terutama didorong oleh meningkatnya komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang tumbuh sebesar 5,28 persen, mencerminkan tetap terjaganya daya beli dan aktivitas konsumsi masyarakat," imbuhnya.

Selain itu, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh sebesar 2,40 persen yang mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas investasi, terutama pada pembangunan infrastruktur dan pengadaan barang modal. Sementara itu, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi sebesar 1,77 persen yang menunjukkan adanya perlambatan belanja pemerintah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Luwu Timur #Irwan Bachri Syam #Puspawati Husler #pertumbuhan ekonomi #BPS Luwu Timur