Redaksi
Redaksi

Sabtu, 06 Desember 2025 11:55

Dari Isu Selingkuh hingga Tekanan Kerja: Potret Kandasnya Rumah Tangga Artis 2025

Dari Isu Selingkuh hingga Tekanan Kerja: Potret Kandasnya Rumah Tangga Artis 2025

Tingginya angka perceraian selebritas sepanjang 2025 menunjukkan bahwa gemerlap panggung tidak menjamin ketenangan rumah tangga. Lewat berbagai kasus yang muncul, publik dapat melihat bahwa masalah hubungan manusiawi tetap menjadi dasar persoalan, terlepas dari popularitas dan status.

BUKAMATANEWS - Tahun 2025 kembali menjadi panggung besar bagi drama rumah tangga para selebritas Indonesia. Di balik sorotan kamera dan kehidupan glamor, sejumlah pasangan artis justru menghadapi masa paling rentan dalam hubungan mereka. Media sosial dipenuhi rumor, klarifikasi, hingga keputusan hukum yang menandai retaknya pernikahan figur publik yang hidup dalam tekanan ekspektasi dan jadwal yang tak pernah longgar.

Fenomena perceraian para pesohor ini bukan sekadar kabar panas, tetapi menunjukkan pola yang berulang dari tahun ke tahun—situasi yang memperlihatkan betapa rumitnya menjaga relasi di tengah sorotan publik. Sepanjang 2025, lima faktor berikut kembali menjadi alasan dominan di balik kandasnya rumah tangga sejumlah artis:

1. Perselingkuhan: Luka Lama yang Terus Berulang

Isu pihak ketiga tetap menduduki daftar teratas pemicu perceraian para selebritas. Ketika kepercayaan pecah, hubungan biasanya sulit diselamatkan.

Pada 2025, perceraian Baim Wong dan Paula Verhoeven menjadi sorotan lantaran putusan pengadilan mencantumkan dugaan perselingkuhan sebagai salah satu dasar gugatan. Kasus serupa juga membayangi hubungan Arya Saloka dan Putri Anne sebelum keduanya akhirnya resmi berpisah.

2. Komunikasi yang Membeku

Hambatan komunikasi sering menjadi bom waktu dalam hubungan jangka panjang. Ketika ruang dialog mengecil, konflik kecil berubah besar.

Pasangan Fachri Albar dan Renata Kusmanto disebut menghadapi repetisi cekcok serta perbedaan karakter. Kurangnya komunikasi sehat akhirnya membuat mereka memutuskan berpisah pada 2025. Kasus ini menegaskan bahwa komunikasi bukan sekadar kebutuhan, tetapi fondasi keutuhan rumah tangga.

3. Perbedaan Prinsip Hidup yang Tak Terjembatani

Ketika dua tujuan hidup tak lagi sejalan, jarak emosional pun ikut melebar.

Hal ini tergambar pada perceraian Asri Welas dan Galiech Ridha Rahardja. Meski publik sempat mendengar isu lain, Asri menegaskan bahwa ketidaksejalanan visi hidup menjadi alasan utama perpisahan. Perbedaan prinsip terbukti dapat menjadi jurang besar, bahkan bagi pasangan yang sudah bertahun-tahun bersama.

4. Kesibukan Tanpa Jedah di Industri Hiburan

Dunia hiburan tidak pernah berhenti bergerak—dan sering kali, hubungan pun ikut kewalahan mengejarnya.

Perceraian Sherina Munaf dan Baskara Mahendra menjadi contoh bagaimana jadwal yang padat, jarak pekerjaan, serta konflik terkait waktu bersama dapat merenggangkan hubungan. Ketidakseimbangan antara karier dan kehidupan rumah tangga kembali muncul sebagai tantangan terbesar pasangan publik figur.

5. Masalah Finansial yang Mengintai di Balik Kemewahan

Gaya hidup selebritas tak selalu sejalan dengan stabilitas finansial. Persoalan ekonomi, meski jarang dibicarakan, tetap menjadi pemicu konflik.

Dalam perceraian Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf, masalah pengelolaan keuangan hingga tidak terpenuhinya nafkah disebut dalam gugatan. Kasus ini membuktikan bahwa kehidupan glamor bukan jaminan bebas dari persoalan ekonomi.

Tingginya angka perceraian selebritas sepanjang 2025 menunjukkan bahwa gemerlap panggung tidak menjamin ketenangan rumah tangga. Lewat berbagai kasus yang muncul, publik dapat melihat bahwa masalah hubungan manusiawi tetap menjadi dasar persoalan, terlepas dari popularitas dan status.

Dengan memahami faktor-faktor yang kerap muncul ini, masyarakat diharapkan tidak mudah terjebak pada sensasi semata, melainkan melihat dinamika kehidupan selebritas secara lebih proporsional dan empatik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Perselingkuhan