Rupiah Melemah, Dekati Rekor Terburuk Krisis Moneter 1998
Eko Listiyanto, Ekonom INDEF, menilai bahwa tanpa respons yang memadai dari BI dan pemerintah, rupiah bisa mencapai Rp 16.800 per dolar AS.
BUKAMATA - Pemerintah dan pasar semakin waspada dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah telah menyentuh angka Rp16.237, mendekati rekor terburuk Rp16.800 pada masa krisis moneter tahun 1998.
Para ekonom memperingatkan bahwa jika langkah cepat tidak diambil, rupiah bisa mencapai angka tersebut tahun ini.
Wijayanto Samirin, Ekonom dan Dosen Universitas Paramadina, menekankan perlunya kebijakan dan respons yang memadai dari pemerintah dan Bank Indonesia untuk membangun kepercayaan investor dan publik.
Menurutnya, kurangnya keyakinan pasar terhadap stabilitas fiskal dan moneter dapat memperburuk pelemahan rupiah.
Eko Listiyanto, Ekonom INDEF, menilai bahwa tanpa respons yang memadai dari BI dan pemerintah, rupiah bisa mencapai Rp 16.800 per dolar AS.
"Saat ini, pemerintah dapat menjaga rupiah di level Rp 16.500 per dolar AS, namun harus melakukan langkah-langkah yang tepat untuk menghindari pelemahan lebih lanjut, " katanya.
Untuk mengantisipasi pelemahan rupiah, strategi yang tepat diperlukan. Wijayanto menyoroti pentingnya menata ulang utang negara dan meningkatkan rasio pajak, sementara juga menjaga komunikasi dengan para pemangku kepentingan di pasar.
"Bagaimana kebijakan pemerintah untuk menata ulang utang, sehingga utang tidak dilakukan untuk aktivitas populis yang tidak berdampak pada produktivitas ekonomi kita," kata dia
News Feed
RMS Jadi Magnet Gelombang Kader Baru, Lutfi Halide dan Rezki Mufliati Gabung PSI
31 Januari 2026 16:43
APCAT Summit, Hasanuddin CONTACT Dorong Program Pengendalian Tembakau di Kota Makassar
31 Januari 2026 15:51
Berita Populer
31 Januari 2026 08:38
31 Januari 2026 08:47
31 Januari 2026 11:46
31 Januari 2026 12:32
31 Januari 2026 14:13
