Kenakan Kostum Bung Karno, Gubernur Sulsel Pimpin Jalan Sehat dan Kirab Kemerdekaan
16 Agustus 2026 15:57
Indeks dolar menguat karena sentimen suku bunga. Potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp16.200, sedangkan potensi support di Rp16.100 per dolar AS.
JAKARTA, BUKAMATA - Rupiah diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS, Kamis, 30 Mei 2024. Analis Pasar Uang Ariston Tjendra dalam analisisnya mengatakan, salah satu pemicu pelemahan rupiah adalah konflik Timur Tengah memanas.

"Serangan ke kapal komersial di Laut Merah karena konflik Israel-Hamas, bisa menyebabkan gangguan suplai. Suplai yang terganggu bisa memicu kenaikan harga, dan bisa mendorong kenaikan inflasi lagi," katanya.
Selain konflik Timur Tengah, ekspektasi pemangkasan suku bunga yang menurun juga diperkirakan menjadi penyebab rupiah melemah. Pasar yang masih bersikap melihat dan menunggu, ikut mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.
Sementara, indeks dolar menguat karena sentimen suku bunga. Ariston menyebutkan, potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp16.200, sedangkan potensi support di Rp16.100 per dolar AS.

"Indeks dolar pagi ini terlihat tambah menguat. Indeks sudah balik lagi ke atas 105, di sekitaran 105,11, padahal kemarin pagi di sekitar 104,60-an," ujarnya.
Rupiah turun 0,44 persen (70 poin) pada penutupan perdagangan Selasa pekan ini. Nilai tukar rupiah turun ke posisi Rp16.160 per dolar AS. (*)
16 Agustus 2026 15:57
16 Agustus 2026 15:50
16 Agustus 2026 15:29
16 Agustus 2026 15:24
16 Agustus 2026 15:57
16 Agustus 2026 08:20
16 Agustus 2026 10:44
16 Agustus 2026 10:52
16 Agustus 2026 11:00