Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Menggandeng Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto sebagai pasangan dalam Pilpres 2024 mendapat beragam tanggapan. Ganjar dan PDIP terbuka terhadap kemungkinan, sementara partai-partai pendukung Prabowo mempertahankan posisi calon presiden. Simak wacana dan pandangan politisi mengenai duet ini.
BUKAMATA - Wacana menggandeng Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto sebagai pasangan dalam Pilpres 2024 telah mendapat beragam tanggapan dari politisi.
Usulan ini muncul setelah relawan Jokowi, Projo, mengusulkan pasangan Prabowo-Ganjar dalam Konferensi Daerah Bali.
Terkait hal tersebut Ganjar tidak menutup kemungkinan untuk berduet dengan Prabowo. Dia menyatakan bahwa segala kemungkinan masih terbuka sebelum pendaftaran resmi Pilpres 2024.
"Politik adalah dinamika, sebelum semuanya ditetapkan oleh KPU, segala kemungkinan bisa terjadi," ujar Ganjar setelah rapat Tim Pemenangan Nasional (TPN) di Gedung High End, Jakarta, Rabu 20 September 2023.
Sementara itu, Ahmad Riza Patria, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, mengakui adanya peluang berkoalisi dengan PDIP pada 2024.
Namun, dia menegaskan bahwa Koalisi Indonesia Maju telah menetapkan Prabowo sebagai calon presiden.
Koalisi tersebut saat ini sedang mempertimbangkan calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo, termasuk nama-nama seperti Gibran Rakabuming Raka, Erick Thohir, Yusril Ihza Mahendra, hingga Mahfud MD.
"Jika Pak Ganjar ingin bergabung dengan KIM, kami memberinya ruang seluas mungkin untuk bersama-sama, tetapi posisi capres sudah final," kata Riza di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (21/9).
Ketua DPP PDIP Puan Maharani tidak memberikan jawaban pasti mengenai kemungkinan duet tersebut. Dia ingin melihat perkembangan dinamika politik selama satu bulan ke depan.
Puan juga membuka peluang untuk berkomunikasi dengan Prabowo, mengingat hubungan baik yang dimilikinya dengan mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.
"Kemungkinan selalu ada, saya sering berjumpa dengan Mas Prabowo, terakhir kali di acara NU. Apakah kemungkinan ada? Mungkin saja, dinamika politik selalu memberi kesempatan untuk berdialog," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/9).
Namun, partai-partai dalam Koalisi Indonesia Maju menolak wacana duet Ganjar dan Prabowo.
Dave Laksono, Ketua DPP Umum Partai Golkar, mengatakan bahwa meskipun masih ada berbagai kemungkinan menjelang pendaftaran Pilpres 2024, Golkar tetap berkomitmen mendukung Prabowo sebagai calon presiden.
Hal serupa disampaikan oleh Saleh Partaonan Daulay, Ketua Fraksi PAN DPR. Dia meragukan bahwa wacana duet Ganjar dan Prabowo akan terwujud pada 2024.
Saleh melihat bahwa tiga poros saat ini telah siap bertarung dan mendapatkan dukungan dari partai politik. Ia meyakini bahwa Pilpres 2024 akan diikuti oleh Prabowo, Ganjar, dan Anies Baswedan.
Sebelumnya, wacana menggandeng Ganjar dengan Prabowo pernah muncul dan memudar. Dua figur ini kemudian berjalan berbeda setelah diusung oleh partai politik masing-masing.
Prabowo telah diusung sebagai calon presiden oleh Gerindra sejak 12 Agustus 2022, dengan dukungan dari Partai Golkar, PAN, PBB, Partai Gelora, dan Partai Demokrat.
Sementara itu, Ganjar telah dideklarasikan oleh PDIP pada 21 April 2023, dengan dukungan dari Partai Hanura, Partai Perindo, dan PPP.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33