Kontroversi di Sleman: Penolakan Terhadap Rocky Gerung dan Refly Harun dalam Diskusi Kebangsaan
Sulchan menegaskan bahwa acara tersebut telah memberikan pemberitahuan dan dilindungi oleh undang-undang, serta mengapresiasi pengamanan yang diberikan oleh kepolisian.
BUKAMATANEWS - Kehadiran akademisi dan pakar politik, Rocky Gerung dan Refly Harun, sebagai pembicara di Sleman, mendapatkan penolakan dari sejumlah orang pada Jumat (9/9) siang. Rocky diundang untuk berbicara dalam sebuah acara diskusi kebangsaan yang berjudul 'Masa Depan Demokrasi di Tengah Derasnya Arus Korupsi,' yang diselenggarakan di Kopi Nuri, Condongcatur, Depok, Sleman oleh HMI Komisariat FEB UGM dan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bulaksumur-Karangmalang (PC IMM BSKM).
Acara tersebut juga menghadirkan beberapa pembicara lainnya, termasuk Refly Harun, Saut Situmorang, Awalil Rizky, dan Gielbran M. Noor, yang merupakan Ketua BEM KM UGM.
Meski acara dijadwalkan dimulai pada pukul 14.00 WIB, pada kenyataannya, acara tersebut terlambat dimulai. Selama menunggu, sekelompok massa yang mengidentifikasi diri mereka sebagai Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) tiba dari arah utara dengan membawa spanduk bertuliskan 'Yogyakarta Kota Pelajar, Budaya Bermartabat. Tolak & Usir Rocky Gerung & Refli Harun - Penghina Presiden, Penghancur Kehormatan Bangsa & Perusak Moralitas Anak Bangsa'.

Mereka memasuki area parkiran tempat acara berlangsung dan terjadi perdebatan dengan panitia acara, dengan polisi bertindak sebagai penengah. Massa penolak menyatakan bahwa mereka tidak keberatan dengan acara diskusi selama Rocky Gerung dan Refly Harun tidak menjadi pembicaranya.
Ketegangan mereda setelah massa PNIB mengetahui bahwa Rocky Gerung dan para pembicara lainnya telah masuk melalui akses belakang lokasi acara sekitar pukul 15.30 WIB. Massa kemudian mendekati pintu depan Kopi Nuri dan mencoba masuk.
Namun, para pembicara tampaknya tidak terpengaruh oleh protes tersebut, dan acara terus berlanjut sementara panitia mengimbau peserta untuk tetap fokus pada diskusi.
Sebelumnya, Fajar Yoga, perwakilan dari PNIB, menyatakan bahwa mereka tetap mempertahankan penolakan mereka terhadap kedatangan Rocky Gerung dan Refly Harun, meskipun Rocky telah meminta maaf atas pernyataannya yang kontroversial tentang Presiden.
Ketua Umum PC IMM BSKM, Sulchan Fathoni, menghargai penolakan sebagai bentuk kebebasan berpendapat, tetapi juga berharap bahwa kebebasan mereka untuk belajar tidak akan terganggu. Ia menjelaskan bahwa acara diskusi ini merupakan forum untuk mendengarkan pandangan para akademisi dan praktisi tentang isu-isu penting.
Sulchan menegaskan bahwa acara tersebut telah memberikan pemberitahuan dan dilindungi oleh undang-undang, serta mengapresiasi pengamanan yang diberikan oleh kepolisian.
Diskusi ini mencakup pembahasan tentang korupsi sebagai akar permasalahan di berbagai sektor negara, upaya penanganan korupsi dengan pendekatan baru, dan bagaimana korupsi dapat merusak demokrasi di Indonesia.
Hingga berita ini dipublikasikan, massa penolak masih berada di dalam area acara, sementara puluhan anggota kepolisian berjaga-jaga untuk menjaga keamanan acara tersebut. Penolakan terhadap Rocky Gerung sebelumnya juga pernah terjadi di Banyuraden, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, pada Rabu (2/8) malam, ketika massa menganggap pernyataan Rocky terhadap Presiden tidak pantas.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
Berita Populer
31 Januari 2026 08:38
31 Januari 2026 08:47
31 Januari 2026 11:46
31 Januari 2026 12:32
31 Januari 2026 14:13
