Wiwi
Wiwi

Minggu, 11 Juni 2023 22:23

Gegara Teknologi, Transaksi Tanpa Kartu Bank Pelat Merah Tumbuh Signifikan

Gegara Teknologi, Transaksi Tanpa Kartu Bank Pelat Merah Tumbuh Signifikan

Saat ini, tren transaksi cardless di BNI telah mengalami peningkatan yang signifikan. Dari nilai transaksi, BNI mencatat peningkatan lebih dari dua kali lipat secara tahunan (year-on-year/yoy) per April 2023. Begitu juga dengan jumlah transaksi cardless yang terjadi peningkatan lebih dari dua kali lipat per April 2023.

Mereka juga telah menggenjot transaksi cardless mereka seiring dengan pesatnya digitalisasi perbankan.

Menurutnya, ada segmen customer yang lebih suka dan lebih nyaman bertransaksi di ATM tanpa menggunakan kartu.

"Tren ini cukup berkembang, terlihat dari pertumbuhan transaksi cardless yang relatif tinggi," ujarnya.

Nilai transaksi ATM tanpa kartu di Bank Mandiri mencapai hampir Rp5 triliun per April 2023. Sedangkan, jumlah transaksi ATM tanpa kartu di Bank Mandiri mencapai 12 juta transaksi.

 

"Tumbuh tiga kali lipat dari 2022," katanya.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga menggenjot transaksi cardless dan mencatatkan perkembangan pesat layanan tersebut. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan jumlah transaksi ATM tanpa kartu di BCA tumbuh 65 persen per kuartal I/2023.

Hal ini, menurut Hera sejalan dengan pesatnya penggunaan layanan digital di BCA.

"Hampir seluruh transaksi di BCA telah dilakukan secara digital," ujarnya.

Secara rinci, 91 persen volume transaksi dilakukan melalui mobile dan internet banking, 8,7 persen melalui ATM, dan hanya 0,3 persen melalui cabang.

Upaya yang dilakukan BNI hingga Bank Mandiri dalam menggenjot transaksi cardless itu dilakukan di tengah pesatnya digitalisasi perbankan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan transaksi layanan digital perbankan akan menyentuh angka Rp64.000 triliun sepanjang tahun ini, naik sekitar 22 persen yoy dibandingkan dengan Rp52.545,8 triliun sepanjang 2022.

Perry sendiri mengatakan proyeksi tersebut seiring dengan posisi Indonesia saat ini yang menjadi salah satu negara paling cepat melaksanakan akselerasi ekonomi keuangan digital.

"Layanan perbankan digital bisa mencapai lebih dari Rp64.000 triliun baik transfer dan transaksi-transaksi lain," jelasnya dalam agenda Opening Ceremony Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI), bulan lalu (8/5/2023).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Transaksi digital #bayar pakai qris #Perbankan