Hikmah
Hikmah

Rabu, 11 Januari 2023 13:50

Bimbang, Gerindra Absen Pertemuan Partai-partai Penolak Proporsional Tertutup

Bimbang, Gerindra Absen Pertemuan Partai-partai Penolak Proporsional Tertutup

Menurutnya, dengan tidak hadirnya Prabowo Subianto dalam pertemuan tersebut menunjukkan posisi partai Gerindra yang bimbang. Hal ini kata dia, menandakan bahwa Gerindra tidak sepenuh hati dalam menolak wacana tersebut

BUKAMATA - Absennya Patai Gerindra dalam pertemuan delapan partai politik yang menolak wacana yang digaungkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal sistem pemilu proporsional tertutup menarik perhatian pengamat politik Adi Prayitno.

Menurutnya, dengan tidak hadirnya Prabowo Subianto dalam pertemuan tersebut menunjukkan posisi partai Gerindra yang bimbang. Hal ini kata dia, menandakan bahwa Gerindra tidak sepenuh hati dalam menolak wacana tersebut. Satu sisi Gerindra ingin berada di pihak PDI Perjuangan, tapi di sisi lain Prabowo Cs juga ingin berada di pihak yang menolak sistem proporsional tertutup.

"Gerindra ini hati dan pikirannya terbelah, satu sisi memang ingin sama PDIP, tetapi pada saat yang bersamaan kan juga dia satu kakinya berada di grup kelompok 8 partai politik yang nolak itu," kata Adi seperti dikutip Suara.com melalui tayangan kanal YouTube Total Politik pada Rabu (11/1/2023).

Ia menilai jika keputusan Gerindra menolak sistem proporsional tertutup hanya sebagai aksi solidaritas kepada tujuh partai lainnya.

"Judulnya aja nolak, tetapi hatinya juga ingin sama PDIP. Ini sebenarnya solidaritas saja," ujar Adi.

Direktur Eksekutif Parameter Politik ini juga mengungkapkan penilaiannya mengenai penyebab mengapa delapan partai sepakat untuk menolak sistem tersebut. Yaitu karena 8 partai tersebut memiliki kekhawatiran soal perolehan suara yang bakal didapatkan dalam Pemilu mendatang.

"Ini ada kekhawatiran partai-partai non PDIP suara mereka akan tergerus akan habis sementara PDIP kuat dan melambung sendirian," terang Adi.

Adi lagi-lagi menegaskan jika ada maksud terselubung mengapa 8 partai tersebut berkongsi untuk menolak sistem proporsional tertutup.

"Ini menyangkut nasib mereka aja, makanya kompak nolak. Mana ada sejarahnya cebong dan kampret bersatu, baru ini aja nih," pungkasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemilu 2024

Berita Populer