Hikmah
Hikmah

Senin, 26 Desember 2022 18:56

BKKBN Optimis Sulsel Capai Target Prevalensi stunting 14  % , Andi Rita : Asal Digempur

BKKBN Optimis Sulsel Capai Target Prevalensi stunting 14 % , Andi Rita : Asal Digempur

Andi Rita mengatakan, pihaknya optimis Sulsel bisa mencapai target nasional tersebut dengan satu cara, yaitu seluruh stakeholder terkait bersama-sama menggempur Stunting.

MAKASSAR,BUKAMATA -Pemerintah Indonesia menetapkan target agar Indonesia keluar dari zona kronis Stunting pada 2024. MAkanya pemerintah telah membentuk Tim Percepatan Penanganan stunting (TPPS) dengan melibatkan multi sektor termasuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Diketahui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Prevalensi stunting diatas 20 persen masih termasuk dalam kategori kronis. Makanya, Pemerintah Indonesia menargetkan pada tahun 2024 mendatang Indonesia bisa berada di tingkat Prevalensi stunting 14 persen.


BKKBN Sulsel sendiri melihat target tersebut sevcara optimis. Kepala  Perwakilan BKKBN Sulsel,Andi Rita Mariani menyampaikan optimisme tersebut dalam kegiatan Forum Koordinasi Jurnalis yang digelar Senin, (26/12/2022).


Andi Rita mengatakan, pihaknya optimis Sulsel bisa mencapai target nasional tersebut dengan satu cara, yaitu seluruh stakeholder terkait bersama-sama menggempur Stunting.

"Saya sangat optimis, jika kita sama-sama gempur ini stunting," katanya.

Menggempur stunting yang dimaksud Andi Rita adalah seluruh sektor yang terlibat dapat memaksimalkan tugas dan fungsi masing-masing utamnya tim-tim yang bergerak sebagai ujung tombak pencegahan stunting.

Andi Rita menjelaskan saat ini ujung tombak pencegahan stunting di Masyarakat adalah Tim Pendamping Keluarga Berisiko Stuntin. Mereka adalah tim yang terdiri dari bidan, kader Tim Penggerak PKK dan Kader KB/IMP untuk menjadi pendamping keluarga yang memiliki remaja, calon pengantin, ibu hamil dan pascasalin, serta bayi baru lahir hingga usia 2 tahun dalam rangka pencegahan stunting.

"Namun menurut saya dari fase kehidupan ini kunci utamanya adalah dengan melakukan pencegahan melalui intervensi terhadap ibu hamil dan bayi baru lahir. Di sinilah titik utama pencegahan stunting karena jarak nya sangat dekat dengan stunting. Ibu hamil dapat dipantau agar mencegah melahirkan bayi beresiko stunting. dan bayi yang baru lahir sampai usia 2 tahun masih bisa dicegah, belum termasuk fase pengobatan," jelasnya.

Rita menjelaskan, ada beberapa langkah strategis yang telah dilakukan TPPS sepanjang 2022 termasuk program Bapak/Bunda auh Anak Stunting (BaaS) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat).

Andi Rita menjelaskan Program BaaS merupakan program yang dicetuskan pertama kali TPPS berkolaborasi dengan TNI. Namun, di Sulawesi Selatan program ini telah diadopsi oleh sejumlah pemerintah daerah sehingga tidak hanya melibatkan anggota militer tetapi juga melibatkan jajaran pemerintah dan swasta.

"Di beberapa kabupaten sebanarnya program ini telah diadopsi dengan baik oleh pemkab. Dienrekang misalanya, jajaran pemerintah juga bahu membahu dan dengan sukarena mendaftar sebagai bapak asuh. termasuk di bulukumba juga yang menggandeng pihak swasta dengan memanfaatkan dana CSRnya, mkanya dengna semangat tersebut sebenarnya kita sangat optimis. tinggal bagaimana mendorong kabupaten lain untuk ikut semangat, " katanya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Andi Rita Mariani #BKKBN Sulsel

Berita Populer