Wiwi
Wiwi

Kamis, 08 Desember 2022 08:26

Laporan Korban Kekerasan 'Pakaian Dalam Ditaburi Lombok' Tak Dapat Perhatian dari Polres Jeneponto

Laporan Korban Kekerasan 'Pakaian Dalam Ditaburi Lombok' Tak Dapat Perhatian dari Polres Jeneponto

Kasus ini belum ada tindak lanjut padahal telah sampai di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jeneponto.

JENEPONTO, BUKAMATA -  Proses hukum dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan inisial H tampaknya jalan ditempat.

Pasalnya, kasus ini belum ada tindak lanjut padahal telah sampai di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jeneponto.

Penasehat Hukum Inisial SR Muhammad Yusri, mengatakan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga terbilang lambat penanganannya. Pelakunya juga belum diamankan.

"Istri dan anaknya di terlantarkan oleh suaminya, tak diberi nafkah lahir. Dia ditinggalkan kurang lebih 4 bulan. Nah, parahnya lagi Istrinya pernah di taburi pakaian dalamnya lombok dan korban merasakan kepedisan di wilayah sensitif," ungkapnya, Kamis (8/12/22).

Ditegaskan, bahwa pada tahun 2016 yang lalu, pasangan suami istri (Pasutri) rujuk kembali, sejak ditinggalkan kurang lebih 1 tahun diduga tak diberi biaya atau nafkah. Disitulah peristiwa kejehatan terhadap perempuan terjadi.

Namun, kini ditahun 2022 masih melakukan hal yang sama. Sehingga istrinya trauma pada kejadian sebelumnya. Ia pun memilih untuk melaporkan ke kantor ke Polres setempat, karena sudah tidak nyaman dengan perbuatan suaminya.

"Sejumlah saksi-saksi sudah diambil keterangannya. Kalau dibilang mau rujuk kembali, klien kami pikir-pikir dulu, karena masih trauma dengan kejadian sebelumnya. Sebetulnya ada upaya mediasi, tapi di pelaku kurang jelas maunya, " ujarnya

Informasi yang diperoleh Bukamatanews, dari unit PPA Polres Jeneponto, terduga pelaku inisial H sudah dua kali diberi surat panggilan dari kepolisian, namun diduga tidak kooperatif.

Kanit PPA Polres Jeneponto, Aipda Pamili mengatakan sudah mendatangi rumahnya terduga pelaku inisial H, namun tidak ada dirumahnya dan memberi ultimatum.

"Saya dari rumahnya, tapi terduga pelaku inisial H tidak ada. Saya sudah kasih ultimatum, untuk tidak main-main. Dan dirumahnya hanya ada orang tuanya," katanya

Penulis : Samsul
#jeneponto #KDRT #Kapolres Jeneponto