Inflasi AS Melambat, Rupiah Perkasa Nyaris Tinggalkan Level Rp15.500 per USD
Apresiasi itu terus berlanjut, di mana pada pukul 09.45 WIB nilai tukar rupiah menguat 1,18 persen ke Rp 15.511 per dollar AS.
BUKAMATA - Pasca pengumuman data inflasi AS periode Oktober, mata uang paman sam terdepresiasi terhadap sejumlah mata uang dunia. Hal yang sama juga terjadi terhadap rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pada sesi perdagangan Jumat (11/11/2022) dibuka menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dibuka pada level Rp 15.557 per dollar AS, terapresiasi signifikan dibanding posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp 15.694 per dollar AS.
Apresiasi itu terus berlanjut, di mana pada pukul 09.45 WIB nilai tukar rupiah menguat 1,18 persen ke Rp 15.511 per dollar AS.
Penguatan rupiah terjadi seiring dengan anjloknya indeks mata uang negeri Paman Sam. Mengacu data Investing, greenback anjlok lebih dari 2 persen ke kisaran 107,75.
Greenback saat ini berada di level terendah sejak September lalu. Penurunan ini tidak terlepas dari rilis data inflasi AS periode Oktober yang menunjukan adanya perlambatan.
Tercatat indeks harga konsumen AS pada Oktober lalu meningkat sebesar 7,7 persen secara tahunan. Meskipun masih tinggi, kenaikan itu lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 8,2 persen, dan juga di bawah proyeksi analis di level 8 persen.
Dikutip dari Kompas.com, perlambatan laju inflasi kemudian memicu ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga acuan bank sentral, The Federal Reserve (The Fed), yang lebih rendah pada pertemuan mendatang. Pasar mulai berekspektasi, pada pertemuan Desember mendatang The Fed hanya akan mengkerek suku bunga acuan sebesar 50 basis point atau 0,5 persen.
Bukan hanya terhadap rupiah, dollar AS juga terdepresiasi terhadap sebagian besar mata uang Asia lain, mulai dari dollar Hong Kong (0,06 persen), dollar Taiwan (1,44 persen), won Korea Selatan (2,94 persen), peso Filipina (1,40 persen), yuan China (0,16 persen), ringgit Malaysia (1,21 persen), hingga baht Thailand (0,21 persen).
News Feed
Berita Populer
03 Juli 2026 03:47
03 Juli 2026 10:33
03 Juli 2026 10:22
