Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Namun, keputusan Bank Sentral AS tersebut bukan hanya berdampak pada masyarakatnya, efek domino juga menerpa negara-negara di Asia termasuk Indonesia.
BUKAMATA - Bank sentral AS, The Fed, kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) untuk yang keempat kalinya. Suku bunga ditetapkan sebesar 3,5-4 persen, tertinggi sejak Januari 2008 silam.
Kepastian kenaikan suku bunga ini terjadi dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC yang berlangsung pada 1-2 November waktu AS.
Kebijakan moneter ketat ini menandai langkah terberat The Fed sejak 1980-an dan bakal memperdalam penderitaan jutaan bisnis dan rumah tangga AS.
Namun, keputusan Bank Sentral AS tersebut bukan hanya berdampak pada masyarakatnya, efek domino juga menerpa negara-negara di Asia termasuk Indonesia.
Dikutip dari CNN Indonesia, nilai tukar rupiah berada di level Rp15.660 per dolar AS pada Kamis (3/11) sore. Mata uang Garuda melemah 13 poin atau 0,09 persen usai The Fed menaikkan suku bunga.
Hal yang sama dialami hampir semua negara di Asia. Mayoritas mata uang di kawasan Asia kompak berada di zona merah. Yen Jepang menguat 0,45 persen, baht Thailand melemah 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,07 persen, won Korea Selatan melemah 0,17 persen, dan yuan China melemah 0,26 persen.
Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah melemah akibat keputusan The Fed mengerek suku bunga acuan sebesar 75 basis poin yang diikuti oleh kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).
"Rupiah sepertinya akan melemah tertekan oleh penguatan dolar AS karena kenaikan imbal hasil obligasi AS setelah pada pertemuan FOMC The Fed bernada lebih hawkish dari ekspektasi pasar," ujarnya.
Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bakal bergerak di rentang Rp15.600 per dolar AS - Rp15.700 per dolar AS.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33