ACT Bantah Biayai Aksi Terorisme, Ibnu Khajar : Bantuan Tidak Boleh Dipertanyakan untuk Siapa
Ibnu mempertanyakan pernyataan PPATK yang mengklaim telah menemukan indikasi transaksi keuangan ACT berkaitan dengan kegiatan terorisme.
BUAKAMATA - Desas-desus soal transaksi mencurigakan yayasan filantropi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diduga membiayai organisasi Terorisme kian santer terdengar. Hal tersebut dikuatkan dengan hasil pemeriksaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kendati demikian,pihak ACT membantah dengan tegas hal tersebut. Bahkan, pihak ACT langsung menggelar konferensi pers untuk menanggapi hal tersebut.
"Kita tidak pernah ada bantuan ke teroris," katany presiden ACT, Ibnu Kajar
Ibnu pun mempertanyakan pernyataan PPATK yang mengklaim telah menemukan indikasi transaksi keuangan ACT berkaitan dengan kegiatan terorisme.
"Kemanusiaan itu tidak boleh nanya ke siapa yang kami bantu, kami berikan bantuan, mereka Syiah atau ISIS, karena mereka korban perang, kami sering bingung dana ke teroris dana yang ke mana," kata Ibnu dalam konferensi pers, Senin (4/7/2022) di Jakarta.
Pada tahun 2019, ACT juga pernah membantah tegas informasi yang menyebutkan lembaga kemanusiaan tersebut terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia. Pihak ACT menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat
News Feed
Apel Akbar Pasca-Lebaran, Bupati Luwu Utara Ajak ASN Perkuat Komitmen Pelayanan
02 April 2026 14:03
Setelah NTB, BGN Juga Tutup Ratusan Dapur SPPG di Sulsel
02 April 2026 11:56
Berita Populer
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:56
02 April 2026 11:04
02 April 2026 11:25
