Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Setelah 3 upaya somasi tersebut menemui jalan buntu, jalan selanjutnya yang bakal ditempuh IMB adalah menggelar aksi pada 27 Juni mendatang.
MAKASSAR, BUKAMATA - Upaya panjang yang ditempuh Idris Manggabarani untuk mendapatkan kembali dananya sebesar Rp45 miliar dari Bank BNI terus menghadapi jalan buntu.
Sejak adanya keputusan pengadilan Mei 2022 lalu yang memutuskan Bank BNI wajib bertanggung jawab terhadap kerugian nasabah dalam hal ini Idris Manggabarani, pihak IMB telah menempuh sejumlah upaya untuk mendapatkan kembali haknya.
Pengacara IMB, Samsul Qamar mengatakan pihaknya sudah melayangkan 3 surat somasi yang berisi upaya IMB meminta kembali gak nya terhadap dana Rp45 miliar yang berhasil digelapkan Tersangka MBS akibat kelalaian pihak bank.
"Tapi dari 3 surat somasi itu tidak satupun permintaan kami yang dipenuhi. Kami meminta untuk bertemu pun mereka tidak mau, padahal sebelum ada putusan. Pihak BNI sudah bertemu dengan klien kami sebanyak 7 kali. Kenapa setelah ada putusan malah terkesan menghindar?," kata Samsul saat ditemui Bukamatanews.id di kantornya di bilangan jalan Lanto daeng Pasewang, Rabu, (22/6/2022).
Setelah 3 upaya somasi tersebut menemui jalan buntu, jalan selanjutnya yang bakal ditempuh IMB adalah menggelar aksi pada 27 Juni mendatang.
"Kami sudah masukkan izin ke polrestabes. Demo kan bukan hal yang melanggar hukum, " kata Samsul.
Samsul menekankan, dana IMB yang digelapkan oleh pegawai bank BNI tersebut sebagian besar merupakan milik perusahaan sehingga apabila perusahaan tidak dapat berjalan dengan baik akibat masalah tersebut maka nasib karyawan dan keluarga karyawan lah yang paling dirugikan.
"Bayangkan ada berapa banyak karyawan dan keluarga karyawan IMB grup yang nasibnya bergantung pada perusahaan. Jika perusahaan pailit karena dananya yang hilang bagaimana nasib mereka?, " ungkap Samsul.
Maka dari itu kata dia, seluruh komponen perusahaan IMB grup didukung oleh organisasi eksternal bakal melakukan aksi demonstrasi pada akhir Juni mendatang.
"Meski demikian kami tetap menunggu itikad baik bank BNI untuk bertemu dan berdiskusi sebelum itu. Kami ini tidak minta uangnya BNI loh. Kami minta uang perusahaan kami sendiri, " Katanya.
Salah satu organisasi pekerja yang menyatakan dukungannya kepada IMB Grup adalah Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP KEP KSPSI) Sulsel.
Ketua SP KEP KSPSI Sulsel , Ryan Latief menyatakan keseriusan nya untuk turut mengawal kasus tersebut.
Menurut Ryan kasus hilangnya nasabah di perbankan merupakan kasus kejahatan serius yang perlu penanganan dari kementerian keuangan dan organisasi terkait.
Ryan mengatakan, pihaknya siap mengorganisir massa untuk memboikot dan menduduki aset Bank pelat merah tersebut.
"Jadi jangan salahkan masyakarat kalau mengambil langkah sendiri. Sedangkan Bank saja tidak mau mematuhi hukum, " ungkapnya geram
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33