Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Rian menyebut, hilangnya dana nasabah di Bank merupakan bentuk perampokan. Kejahatan terstruktur yang butuh penanganan serius.
MAKASSAR, BUKAMATA - Kasus penggelapan dana nasabah di perbankan , marak terjadi. Hal ini menyita perhatian Ketua Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP KEP KSPSI) Sulsel, Ryan Latief
Sebagai ketua serikat pekerja, Ryan mengaku terpanggil untuk memperjuangkan hal salah satu perusahaan yang dananya digelapkan oleh sebuah bank Nasional.
Bukan tanpa alasan, sebagian dana milik Idris Manggabarani yang hilang di Bank BNI merupakan dana perusahaan PT Anugerah Asset Utama dan PT. Nusasembada Bangunindo, yang memiliki banyak karyawan.
"Uang itu milik perusahaan. Di perusahaan banyak karyawan yang menggantungkan diri. Tentu saja kami sebagai serikat pekerja perlu memperjuangkan hak-hak karyawan yang ada dalam dana yang digelapkan, " kata Ryan
Rian bahkan menyebut bahwa hilangnya dana nasabah di Bank merupakan bentuk perampokan. Kejahatan terstruktur yang butuh penanganan serius.
"Tidak ada tempat yang aman menyimpan uang. dengan adanya kasus ini sangat berbahaya. era sekarang pelaku ada di dalam sistem. Sedangkan institusi nya sendiri tidak mau bertanggung jawab. Tidak mau patuh pada hukum, " katanya.
Ryan sangat menyayangkan sikap Bank BNI yang cenderung berkelit dan tidak mau menjalankan putusan pengadilan yang sudah meminta pihak Bank BNI untuk bertanggung jawab.
Ancaman Boikot
Ryan mengatakan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak korban penggelapan dan organisasi yang dipimpinnya. Dalam waktu dekat pihak nya bahkan akan mengorganisir massa untuk memboikot dan menduduki aset Bank pelat merah tersebut.
"Jadi jangan salahkan masyakarat kalau mengambil langkah sendiri. Sedangkan Bank saja tidak mau mematuhi hukum, " ungkapnya geram.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33