PSM Makassar Siap Tantang Persis Solo di Manahan: Trucha Lakukan Rotasi, Abu Kamara Starter
29 November 2025 19:07
“Peran untuk memberikan edukasi politik yang sehat dengan sentuhan agama,” kata Misna saat berkunjung ke Kantor MUI Sulsel, Jl Masjid Raya, Makassar, Ahad (12/6/22).
MAKASSAR, BUKAMATA- Jelang Pilkada Serentak 2024, KPU Sulsel mengunjungi Majelis Ulama Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk meminta peran dan dukungan MUI untuk turut serta memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilu bersih. Terutama menangkal suap dan isu suku, agama, ras dan antargolongan atau SARA.

Komisioner senior Sulsel Misna M Attas, mengatakan, politik uang dan SARA menjadi momok dan butuh peran ulama dalam mengatasinya. Termasuk peran tokoh agama lain.
“Peran untuk memberikan edukasi politik yang sehat dengan sentuhan agama,” kata Misna saat berkunjung ke Kantor MUI Sulsel, Jl Masjid Raya, Makassar, Ahad (12/6/22).
Anggota Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM KPU Sulsel itu diterima Ketua Umum MUI Sulsel Prof Dr KH Najamuddin HS Lc MA, Sekretaris Umum MUI Sulsel Dr KH Muammar Bakry Lc MA, dan Wakil Direktur LPPOM MUI Sulsel Budi Kurniawan Kamrul Kasim.Misna M Hattas, ketua KPU Sulsel 2018- 2019, mengungkapkan, saat ini banyak praktek buruk pemilu yang terjadi di masyarakat Sulsel.
“MUI memiliki kekuatan yang mampu mengatasi praktek buruk politik. Banyak warga yang menganggap sumbangan sembako adalah sedekah padahal itu adalah suap. Kami sangat berharap keterlibatan MUI untuk menjawab persoalan ini terutama memberi pesan kepada umat tentang bahaya sogok dan praktek curang pemilu lainya,” ujar Misna, mantan ketua KPU Makassar.
Selain MUI Sulsel, lanjut komisioner yang sudah lebih 20 tahun bergelut di KPU itu, juga sudah melakukan kunjungan dan meminta dukungan ke agama lain.
“Kunjungan ke Walubi, PGW, dan Permabudi,” tutur Misna.
KH Najamuddin berpesan agar KPU konsisten menyenlengarakan pemilu yang berkeadilan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.
“KPU tetap konsisten dan adil demi menjaga keamanan dan keutuhan bangsa selama pemilihan,” kata KH Najamuddin, guru besar Unhas.
Muammar Bakry, dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, mengatakan, MUI melalui komisi fatwa pusat sudah banyak mengeluarkan fatwa seperti haram golput dan politik uang.
“Politik agama masih terjadi di rumah ibadah seperti masjid dan rumah ibadah lainya.KPU perlu bergandengan dengan MUI Sulsel untuk melakukan upaya pencegahan dengan memberikan edukasi pemilu. Kita juga berharap KPU tetap independen,” ujar Muammar, Imam Besar Masjid Al Markaz Jend Jusuf Al Islami Makassar.
29 November 2025 19:07
29 November 2025 18:30
29 November 2025 17:11
29 November 2025 09:50
29 November 2025 11:25
29 November 2025 16:15
29 November 2025 12:27
29 November 2025 13:56