Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Jumat, 12 Juni 2026 19:32

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, Ali Yafid, mendampingi kunjungan Menteri Agama RI sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah, AG. Prof. Dr. Nasaruddin Umar, di Kampus III As’adiyah Macanang, Kabupaten Wajo, Jumat, 12 Juni 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, Ali Yafid, mendampingi kunjungan Menteri Agama RI sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah, AG. Prof. Dr. Nasaruddin Umar, di Kampus III As’adiyah Macanang, Kabupaten Wajo, Jumat, 12 Juni 2026.

Dampingi Menteri Agama di As’adiyah, Ali Yafid Soroti Peran Strategis Pesantren dalam Membangun SDM Umat

Keberadaan As’adiyah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai keagamaan di Sulawesi Selatan.

WAJO, BUKAMATANEWS - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan, Ali Yafid, mendampingi kunjungan Menteri Agama RI sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah, AG. Prof. Dr. Nasaruddin Umar, di Kampus III As’adiyah Macanang, Kabupaten Wajo, Jumat, 12 Juni 2026.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen pengembangan pendidikan pesantren sebagai pusat pembentukan karakter, ilmu pengetahuan, dan peradaban umat.

Menurut Ali Yafid, keberadaan As’adiyah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai keagamaan di Sulawesi Selatan.

"As’adiyah merupakan salah satu pesantren yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan moderat," ujarnya.

Ia menilai perhatian yang diberikan Menteri Agama terhadap pengembangan As’adiyah menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia.

Ali Yafid juga menyambut positif berbagai rencana pengembangan yang dipaparkan dalam rapat pimpinan Pengurus Pusat As’adiyah, termasuk penguatan fasilitas pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan kawasan pesantren berbasis lingkungan.

Sementara itu, Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar dalam arahannya kepada para santri menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan alam sebagai bagian dari proses pendidikan.

Menurutnya, pohon-pohon dan lingkungan yang ada di sekitar pesantren bukan sekadar pelengkap, melainkan sumber pembelajaran yang mengajarkan kesabaran, kebermanfaatan, dan rasa syukur.

"Rawatlah pohon-pohon dan tanaman yang ada di sekitar kita. Mereka juga adalah guru tempat kita belajar. Alam akan memberikan ketenangan dan keberkahan kepada mereka yang menjaganya," pesan Nasaruddin Umar.

Ia juga mengingatkan para santri agar membiasakan diri mengawali setiap aktivitas dengan membaca Basmalah serta menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.

"Selamat belajar. Fokuskan akal, fokuskan pikiran, dan fokuskan batin. Jangan lupa Basmalah dalam setiap langkah kehidupan," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga meninjau sejumlah fasilitas pesantren yang menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan pendidikan terpadu As’adiyah.

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Subhan, jajaran pengurus pusat, pimpinan satuan pendidikan, serta tokoh-tokoh pesantren di lingkungan As’adiyah. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kemenag Sulsel #Menag Nasaruddin Umar #Ali Yafid