Ulfa
Ulfa

Selasa, 14 Desember 2021 16:35

Kamar milik MS di Kabupaten Pinrang.
Kamar milik MS di Kabupaten Pinrang.

Buronan Teroris Gereja Katedral yang ditangkap di Pinrang Dikenal Tertutup

Terduga teroris ini dikenal sangat tertutup dilingkungan dia, jarang komunikasi dengan orang-orang.

PINRANG, BUKAMATA - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan salah seorang buronan teroris yang terlibat pengeboman Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

MS (22) berhasil diamankan di jalan poros Pinrang-Rappang di depan sebuah minimarket, Senin 6 Desember 2021 lalu

Andi Alamsyah, Lurah Maccinae, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang membenarkan penangkapan tersebut. Dia mendapat info dari BKTM setempat untuk mendampingi Tim dari Mabes Polri untuk melakukan pengeledahan di tempat pelaku di Jalan Trita Sawitto, Kelurahan Maccinae.

"Saya disampaikan sama BKTM untuk mendampingi Tim melakukan pengeledahan ditempat tinggal pelaku," kata Andi Alamsyah.

Terkait apa-apa saja yang diambil di kamar pelaku, Alamsyah mengatakan ada lima item barang yang diambil Tim untuk dibawa ke Mabes Polri.

"Saya lihat ada lima barang, diantaranya Sim, STNK dan sebuah Tas pakaian, dan hanya satu kali datang untuk melakukan pengeledahan" ucapnya.

Lanjut Alamsyah, pelaku ini sangat tertutup dan jarang berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

"Dia menjual siomay jadi jarang komunikasi, berangkat pagi-pagi berkeliling untuk jualan dan malam baru pulang," ucapnya.

Alamsyah menambahkan jika pemilik Kost-kostan yang di tempati pelaku tidak mengetahui jika penghuni kamar kost tersebut ditangkap Polisi.

"Pemilik Kost tersebut tidak mengetahui kalau itu ditangkap, dan sempat dichat sama pemilik kost namun tidak ada jawaban, dan baru mengetahui saat dilakukan pengeledahan empat hari setelah penangkapan tepatnya hari jumat," ucap Alamsyah.

 

Penulis : Junaedi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Teroris #Gereja Katedral