Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Sabtu, 25 September 2021 02:29

Azis Syamsuddin tiba di gedung KPK. FOTO/DETIK
Azis Syamsuddin tiba di gedung KPK. FOTO/DETIK

Suap Eks Penyidik KPK Rp3,1 Miliar, Azis Syamsuddin Resmi Jadi Tersangka

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut penetapan tersangka Azis Syamsuddin setelah penyidik memeriksa sekitar 20 dan dikuatkan dengan alat bukti yang ditemukan.

BUKAMATA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut penetapan tersangka Azis Syamsuddin setelah penyidik memeriksa sekitar 20 dan dikuatkan dengan alat bukti yang ditemukan.

"KPK menetapkan Saudara AZ, Wakil Ketua DPR RI, sebagai tersangka terkait dengan kasus dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah," ujar ketua KPK Firli Bahuri di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021) dini hari.

"Tim penyidik melakukan penahanan kepada tersangka selam 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 24 September 2021 sampai dengan 13 Oktober 2021 di rumah tahanan negara Polres Jakarta Selatan," tambahnya.

Azis diduga memberi suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husain sebesar Rp3,1 miliar.

"Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp4 miliar, dan telah direalisasikan sejumlah Rp3,1 miliar," bebernya.

Firli menjelaskan kasus ini bermula ketika Azis dan Stepanus bertemu pada Agustus 2020 lalu. Dalam pertemuan itu, Azis meminta tolong kepada Stepanus agar bisa mengurus kasus yang melibatkan dirinya dan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado.

Stepanus dan Maskur mencapai kesepakatan untuk mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza asal diberi imbalan uang sejumlah Rp2 miliar dari masing-masing orang yaitu Azis dan Aliza dengan uang muka Rp300 juta.

Firli menegaskan bahwa penetapan tersangka Azis merupakan bagian dari penegakan hukum. Hal itu menjadi bukti nyata KPK tidak pernah berhenti memberantas korupsi.

"Yang kita lakukan penegakan hukum, menimbulkan kemanfaatan bagi kita semua. Karenanya KPK tidak pernah berhenti bekerja," ungkapnya.

Firli mengatakan Azis dijemput paksa penyidik KPK di kediamanya, di Jakarta Selatan, Jumat (24/9) malam. Ia langsung dibawa ke Gedung KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut. Azis dijemput lantaran mangkir dari panggilan penyidik.

KPK sebelumnya telah menemukan keberadaan Azis, saat dia tak bisa memenuhi panggilan KPK karena berdalih sedang isolasi mandiri (isoman). Setelah dilakukan upaya jemput paksa oleh penyidik, akhirnya Azis dinyatakan negatif dari COVID.

"Yang bersangkutan kami persilakan mandi dan persiapan dulu. Sambil menunggu penasihat hukum. Tes swab antigen negatif," kata Ketua KPK Firli Bahuri

#Azis Syamsuddin #KPK

Berita Populer