MAKASSAR, BUKAMATA - Sebuah foto tersebar. Penampakan saat pintu rumah mengaji di Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, sementara ditutup tembok oleh oknum anggota DPRD salah satu kabupaten di Sulsel.
Batu bata terlihat tersusun rapi. Belum diplaster dengan semen. Batu batanya baru naik setengah. Juga ada satu rangka besi untuk cor tulang.
Terlihat ada dua pintu. Satu dari besi. Berwarna cokelat tua. Satunya lagi dari kayu. Cokelat muda.
Baca Juga :
Kini, pintu itu sudah tak terlihat. Sudah ditutup penuh dengan tembok. Sudah diplaster semen. Plasternya masih terlihat baru.
Kemarin, Jumat, 23 Juli 2021, Camat Panakkukang, Thahir Rasyid, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Masale, Bripka Muh Rais, beserta ketua RT setempat, sempat mengunjungi lokasi.
Bripka Rais bilang, berdasarkan keterangan yang dia peroleh, penutupan itu lantaran oknum legislator berinisial AM itu, tak nyaman mendengar suara anak-anak mengaji.
Usai mengaji, anak-anak juga kerap bermain di halaman belakang rumah tahfiz itu. Sangat riuh. Sampai-sampai kata Bripka Rais, oknum legislator itu pernah mengancam anak-anak dengan senjata tajam.
Sementara itu, Camat Panakkukang, Thahir Rasyid menegaskan, areal belakang rumah tahfiz itu bukanlah milik oknum legislator itu. Menurutnya, itu adalah fasilitas umum milik Pemerintah Kota Makassar.
Thahir mengaku akan menempuh jalur hukum dengan mengirimkan surat somasi. Namun sebelum itu, Camat Panakkukang ini masih berharap oknum legislator itu bisa membongkar tembok tersebut.
Sementara itu, oknum anggota legislatif AM mengaku, tembok itu sebenarnya sudah lama berdiri. Sekitar tiga tahunan lalu.
Akan tetapi dibobol untuk membantu mengangkut material pemilik pondok tahfiz.
“Sebenarnya ini sudah tiga tahunan, dulu sudah ada. Tetapi dibobol karena mereka mau simpan materialnya. Jadi dibiarkan dibobol dengan janji akan ditutup kembali,” ungkap AM.
Hanya saja kata AM, seiring berjalannya waktu, tembok itu tak kunjung ditutup. Apalagi lanjut AM, semua kotorannya dibuang ke belakang. Sedang rumahnya persis di belakang.
"Itu bagian belakang rumah itu. Kotorannya semua ke halaman rumah saya. Rumah saya kan di belakang. Jalanan ada di depan pondok tahfiz itu," beber AM yang juga mantan camat itu.
AM mengaku malah sudah menghibahkan sebagian tanahnya untuk pondok tahfiz itu.