Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Alhamdulillah. Tembok yang memblokir pintu belakang rumah tahfiz di Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, akhirnya dibongkar.
MAKASSAR, BUKAMATA - Sabtu, 24 Juli 2021. Beberapa Satgas Kebersihan Kota Makassar, dibantu Satpol PP, membongkar tembok yang menghalangi pintu rumah tahfiz di Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Memakai palu dan betel, tembok yang menutup pintu belakang rumah penghafal Al-Qur'an tersebut dibuka.
Camat Panakkukang, Thahir Rasyid mengatakan, ini adalah murni kesalahpahaman. Dia berharap, AM, oknum legislator pemilik rumah di belakang rumah tahfiz itu, ikhlas menerima pembongkaran itu.
Wilayah di belakang rumah tahfiz itu kata Thahir, adalah fasilitas umum (fasum). "Karena masuk fasum, jalan ini boleh diakses oleh siapa pun," ujarnya.
"Namanya manusia biasa dan beliau (AM) menyadari ini terjadi kelalaian sehingga berbesar hati. Mulai kemarin beliau sudah berniat merobohkan, cuma saya menunggu beliau. Saya ingin beliau yang memulai (pembongkaran)," ungkap Thahir.
Rumah tahfiz ini bernama Nurul Jihad dan berada di Jalan Ance Deng Ngoyo Lr 5, RT/RW V, Kelurahan Masale, Makassar. Pintu belakang rumah tahfiz ini ditembok pada Kamis, 22 Juli 2021 lalu.
Ketua RW V Kelurahan Masale, Makassar, Abdul Aziz menambahkan, menurut keterangan yang dia dengar, tahfiz tersebut dianggap ribut karena mengaji. "Kedua, masalah kebersihan dan bajunya di situ dijemur. Itu yang dia tidak suka, dianggap kotor," ungkapnya.
Sebelum menembok bagian pintu rumah tahfiz itu, melakukan penembokan, AM sempat mengutus keluarganya ke Aziz, untuk memberitahukan rencananya menutup pintu itu dengan tembok.
Aziz mengaku langsung menolak lantaran harus mendapatkan persetujuan pemilik rumah tahfiz dan rumah yang lainnya. Apalagi lanjut dia, wilayah yang ditembok itu adalah jalan yang masuk dalam kategori fasum.
"Nah, yang pemilik tahfiz Pak Faisal dan rumah warga yang satunya akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Panakkukang. Sudah ada suratnya di rumah untuk menyampaikan ini (penembok rumah) supaya datang," paparnya.
Sementara itu, AM sebelum mengaku, tembok itu sudah ada tiga tahun lalu. Namun, saat itu pemilik tahfiz meminta izin untuk dibobol, karena ada material yang akan diangkut lewat situ.
AM mengaku mengizinkan dengan catatan ditutup kembali. Namun, tembok yang dibobol itu kata AM tidak kunjung ditembok. Kotorannya juga kata dia, banyak dibuang di belakang pondok tahfiz yang notabene adalah depan rumahnya.
AM adalah anggota DPRD di Pangkep. Juga merupakan mantan camat di wilayah yang berada di antara Maros dan Barru itu.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33