Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 07 Mei 2021 14:25

Deni Ariawan saat diamankan.
Deni Ariawan saat diamankan.

Pemukul Imam: "Saya Jengkel Dengar Suara Mengaji"

Pelaku pemukulan imam salat mengaku risih saat mendengar suara orang mengaji.

PEKANBARU, BUKAMATA - Deni Ariawan (41), digelandang ke Mapolsek Tampan, Pekanbaru, Riau. Di kantor Mapolsek, dia membuat pengakuan.

Menurutnya, subuh itu, dia sedang lewat di depan Masjid Baitul Arsy Kota Pekanbaru, Riau. Saat itu berlangsung salat subuh. Deni mendengar suara mengaji, merasa risih. Dia mengaku jengkel, lalu masuk ke masjid.

Saat itu, salat subuh dipimpin Juhri Ashari Hasibuan (21). Dari rekaman CCTV, tampak Deni masuk dari belakang, menyeruak sela-sela jemaah. Ada empat baris.

Dia lalu merangsek ke depan. Ke arah imam. Saat itu sudah rakaat kedua. Imam Juhri sedang memimpin qunut.

Pelaku Deni memukul punggung Juhri sambil bilang 'Pak'. Karena khusyuk, Juhri tak menjawab.

Setelah memukul pundak dan memanggil nama tak direspons, pelaku lalu membentak, "Bisa dibetulin nggak salatnya". Jujri mundur sedikit, saya lepas mic. Sedang pelaku langsung diamankan oleh jemaah.

Juhri mengaku sudah bermusyawarah dengan pengurus masjid. Dia telah memaafkan pelaku dan sudah ditangani di Polsek Tampan.

"Pelaku berinisial DA berumur 41 tahun. Kemudian alamat di Jalan Srikandi, tidak jauh dari TKP," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang didampingi Kapolsek Tampan, Kompol Ambarita, di Mapolresta Pekanbaru, Jumat (7/5/2021).

#Pemukulan