Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 14 Oktober 2020 10:15

Mamat saat diamankan di Mapolres Tegal. (Sumber: Polres Tegal)
Mamat saat diamankan di Mapolres Tegal. (Sumber: Polres Tegal)

Pemukul Wanita Saat Salat di Musala Diduga Gangguan Jiwa

Muhamad Nur Yusuf alias Mamat (41), diduga gila. Dia diamankan Polres Tegal, Jawa Tengah. Itu setelah Mamat menganiaya seorang wanita, Ruminah (54) yang sedang salat di sebuah musala di Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub, Tegal, Jawa Tengah.

TEGAL, BUKAMATA - Peristiwa ini terjadi Senin, 5 Oktober pekan lalu. Ruminah, seorang wanita warga Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sedang salat sunah jelang salat subuh di Musala Ashodiqiin.

Tiba-tiba Mamat masuk dan memukul Ruminah dari belakang. Akibatnya, Ruminah menderita luka parah di bagian kepala.

Usai pemukulan, warga lalu mengajak Mamat makan. Saat itulah, pelaku diserahkan ke polisi. Pelaku saat ini, tengah menjalani observasi kejiwaan di RSUD Suselo Tegal sebelum diproses hukum lebih lanjut.

"Dia (Mamat) kami amankan Jumat kemarin. Kami dibantu warga sekitar. (Mamat) Diajak makan warga sharing-sharing sehingga dia merasa nyaman. Akhirnya warga ini menyarankan agar diamankan ke polisi," kata Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Heru Sanusi, Selasa (13/10/2020) kemarin.

Saat ditanya polisi, Mamat mengaku dirinya memang memukul korban saat berada di dalam musala. "Memang dia itu mengaku memukul korban tapi pelan. Itu pengakuannya," terang AKP Heru Sanusi.

Keterangan warga sekitar, Mamat ditengarai mengalami gangguan jiwa. Polisi pun membawanya ke bagian klinik kejiwaan RSUD Suselo untuk menjalani observasi sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Hasil lidik mengarah ke sana (gangguan kejiwaan). Keterangan warga mengatakan, dia itu 44 (gila). Sehingga sampai hingga hari ini, prosesnya belum naik ke tahap penyidikkan karena masih menunggu hasil observasi jiwa dari rumah sakit," ungkap AKP Heru.

Menurut Kasat Reskrim, kasus ini akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. Jika hasil observasi dinyatakan tidak mengidap gangguan jiwa, maka akan dilanjut ke tahapan penyidikan. Namun bila dokter ahli jiwa menyatakan positif mengidap sakit jiwa, maka akan diserahkan ke Dinas Sosial.

Mamat, sambung AKP Heru, selama ini tinggal sendirian di rumah orang tua. Mamat kerap keluyuran sampai tidak pulang. Pria ini juga tidak memiliki pekerjaan. Untuk makan, dia sering diberi oleh tetangga sekitar.

"Warga sudah tahu dia itu sakit jiwa. Dia hidup sendiri di rumah orang tua dan kadang tidak pulang," imbuhnya.

Dia juga bertetangga dengan korban. Jarak rumah mereka hanya sekitar 150 meter.

#Pemukulan #Tegal