Redaksi
Redaksi

Minggu, 18 April 2021 15:38

Jenazah bandar sabu-sabu yang ditembak mati di Bajoe.
Jenazah bandar sabu-sabu yang ditembak mati di Bajoe.

Kronologi Bandar Sabu-sabu 7 Karung Dibuntuti dari Pelabuhan Parepare, Ditembak Mati di Pelabuhan Bajoe

Begini kronologi bandar sabu-sabu internasional dibuntuti dari Pelabuhan Parepare lalu ditembak mati di Pelabuhan Bajoe.

BONE, BUKAMATA - Minggu, 18 April 2021. Jarum jam menunjuk pukul 03.00 Wita. Warga Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, sedang bersiap santap sahur. Tiba-tiba, terdengar dentuman senjata api. Ada 20 kali.

Kahar (20), saat itu sementara memasak. Dia kemudian mendengar ada ribut-ribut di bawah rumahnya. Tepatnya di dalam kandang kambing miliknya.

Kahar lalu turun mengecek. Tiba-tiba, dia mendengar suara ledakan dari senjata api. Empat kali. Kemudian, dia melihat seorang pria mengalami luka pada kedua kakinya. Dia lalu ditarik oleh polisi keluar dari kandang.

Adrian, warga lainnya saat itu baru bangun. Tiba-tiba dia mendengar suara benturan keras. Mirip tabrakan.

Adrian keluar rumah dan berusaha mengambil gambar. Namun, seorang polisi wanita yang memimpin operasi itu, melarang mengambil gambar. "Jangan dulu ambil gambar ini masih pengembangan!" tegas wanita itu.

Adrian awalnya melihat ada sebuah pikap. Mengangkut tujuh karung di bak belakang mobil pikap. Karung itu ditutupi sayur-sayuran. Diduga berisi sabu-sabu. Diperkirakan 89 Kg.

Di atas mobil, ada tiga orang. Dua pria. Satu wanita. Dua pria melompat. Satu sempat ditangkap. Yang satunya lari ke belakang kantor Bea Cukai. Bersembunyi di kandang kambing seorang warga. Lalu terdengar suara tembakan sekira 20 kali. Sementara itu, si perempuan tetap di atas mobil.

Diduga, yang ditembak mati adalah terduga bandar sabu-sabu internasional, Houston Jumadi Amrullah (26). Dia warga BTN Graha D’Nailah Blok4/17 Kota Parepare.

Pasukan gabungan BNN, Mabes Polri dan Bea Cukai awalnya membuntuti mobil pikap putih itu sejak dari Pelabuhan Parepare. Menuju Bajoe. Diduga hendak menyeberang ke Kolaka, Sulawesi Tenggara. Ketika kemudian dihentikan di Bajoe.

Humas BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Andis Suryandis membenarkan penangkapan tersebut. Namun katanya, masih dalam pengembangan. Ketua BNNK Bone, AKBP Ismail Husain menyebut, penangkapan tersebut melibatkan BNN pusat.

Penulis: Maulana-Kifli

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bandar sabu-sabu #Ditembak mati

Berita Populer