Aswad Syam
Aswad Syam

Minggu, 18 April 2021 16:04

Jenazah terduga bandar sabu-sabu yang ditembak mati, disemayamkan di rumah sakit. (Foto: Ardy/Radar Bone).
Jenazah terduga bandar sabu-sabu yang ditembak mati, disemayamkan di rumah sakit. (Foto: Ardy/Radar Bone).

Cerita Paman Bandar Sabu-sabu yang Ditembak Mati di Bone: "Kemarin Sempatji Buka Bersama"

Seorang bandar sabu-sabu ditembak mati di Bajoe, Bone. Dia dibuntuti dari Parepare. Paman bandar itu tak menyangka, pasalnya sempat buka puasa bersama di Parepare.

PAREPARE, BUKAMATA - Sabtu, 17 April 2021. Azan terdengar dari pesawat televisi. Di BTN Graha D’Nailah Blok4/17 Kota Parepare, Houston Jumadi Amrullah (26) bersama istri dan pamannya, Rusman, lalu berbuka puasa bersama.

Kemudian, magrib itu Houston lalu pamit ke pamannya. Dia hendak pergi mengambil mobilnya.

Tadi subuh, Minggu, 18 April 2021. Rusman kaget. Sebuah panggilan suara masuk di ponselnya. Mengaku dari BNN. "Keluargata sedang kritis," ucap suara dari balik telepon.

Tiga menit kemudian, orang dari BNN itu menelepon lagi. "Dia sudah meninggal dunia," ujarnya.

Rusman tak menyangka, Houston tewas tertembak di Bajoe, Bone. Dia mengaku tak mengetahui, kalau ponakannya ke Bone. "Saya sempat buka puasa bersama di Parepare. Malamnya dia pamit pergi ambil mobil. Kami kaget ketika ditelepon, tiba-tiba ada di Bone," ujarnya.

Rusman mengatakan, ponakannya tersebut bekerja di perusahaan rokok bersama istrinya. Sebelumnya, mereka sempat bekerja di PDAM.

"Saya tidak tahu aktivitas ini. Istrinya juga tidak tahu. Baru tahu setelah membaca berita di media," tambahnya.

Jenazah Houston, rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya, di Kabupaten Sidrap.

Informasi yang dihimpun, pelaku sebelumnya juga pernah ditangkap kasus narkoba saat berusia 18 tahun. Saat itu, ia sebagai pemakai.

Diberitakan sebelumnya, dini hari tadi Houston bersama dua rekannya, naik pikap putih dari Pelabuhan Parepare. Pikap itu memuat tujuh karung diduga narkoba jenis sabu-sabu. Ditutupi dengan sayuran. Beratnya sekira 89 kilogram.

Aktivitas mereka dicium Mabes Polri, BNN dan Beacukai. Tim gabungan itu, lantas membuntuti pikap putih itu sejak dari Pelabuhan Parepare. Ternyata menuju Pelabuhan Bajoe, Bone. Diduga hendak menyeberang ke Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Namun, belum sempat menyeberang, mereka diadang di jalan masuk Pelabuhan Bajoe, di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Saat itulah, Houston dan seorang rekan prianya melompat. Yang wanita tetap di atas pikap.

Rekan Houston sempat tertangkap. Sedang Houston, lari ke belakang kantor Beacukai. Bersembunyi di kandang kambing seorang warga. Di situ dia ditembak pada kedua kakinya. Sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun akhirnya tewas.

Penulis: Kifli-Maulana

#Bandar sabu-sabu #Bone