Ririn
Ririn

Minggu, 18 April 2021 13:45

4 PRT Indonesia Ditangkap di Hong Kong Karena Buka Praktek Gigi

4 PRT Indonesia Ditangkap di Hong Kong Karena Buka Praktek Gigi

Keempat orang itu menyewa kamar di wisma pada hari libur, untuk memberikan layanan gigi bagi rekan senegara mereka.

BUKAMATA - Empat pekerja rumah tangga asal Indonesia ditangkap di Hong Kong, lantaran kedapatan menawarkan layanan gigi ilegal.

Pihak berwenang Hong Kong mengungkapkan pada hari Jumat bahwa keempat orang itu berusia 31 hingga 35 tahun. Mereka menyewa kamar di wisma pada hari libur, untuk memberikan layanan gigi bagi rekan senegara mereka.

Menurut penyelidikan awal oleh Departemen Imigrasi, tidak ada dari mereka yang pernah mendapatkan pelatihan gigi formal dan mereka bukan dokter gigi terdaftar di kota tersebut.

Dikatakan bahwa majikan kontrak mereka tidak mengetahui perihal praktik gigi tidak berizin tersebut, dan keempatnya ditahan karena melanggar ketentuan tinggal mereka.

"Pembantu yang ditangkap telah melanggar syarat tinggal mereka," kata juru bicara Departemen Imigrasi.

“Selain itu, praktik kedokteran gigi tanpa registrasi juga akan sangat mengancam kesehatan dan kehidupan warga Hong Kong dan kemungkinan besar akan meningkatkan risiko penyebaran epidemi. Situasinya benar-benar tidak bisa diterima."

Asiaone melaporkan bahwa pihak berwenang menyita kartu nama dan buku rekening orang-orang itu, ketika mereka ditangkap di alamat kontrak masing-masing pada hari Kamis dan Jumat.

Para tersangka dilaporkan menawarkan perawatan seperti scaling, trimming, tambalan dan kawat gigi, dengan biaya antara HKD 200 (Rp375.000) dan HKD 2.000 (3.750.000).

Mereka mempromosikan layanan tersebut melalui media sosial dan siaran langsung, serta dari mulut ke mulut dari teman-teman yang memberi referensi.

Departemen Imigrasi Hong Kong mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

Undang-undang menyatakan bahwa pekerja rumah tangga hanya boleh melakukan tugas yang ditentukan dalam kontrak mereka di rumah majikan. Mereka juga tidak boleh mengambil pekerjaan lain.

Berdasarkan Undang-undang Imigrasi, hukuman bagi yang melanggar syarat tinggal adalah denda HK $50.000 dan dua tahun penjara.

Berdasarkan Undang-undang Pendaftaran Dokter Gigi, hukuman untuk berpura-pura menjadi atau mengambil atau menggunakan nama atau gelar dokter gigi adalah denda HK $100.000 dan tiga tahun di balik jeruji besi.

#PRT Indonesia #Hong Kong