Aswad Syam
Aswad Syam

Kamis, 15 April 2021 04:12

Ilustrasi
Ilustrasi

Mengaku Gadis Padahal Sudah Janda, Wanita Makassar Ini Dituntut Ganti Rugi Rp5 Miliar

Seorang wanita bergelar doktor di Makassar dituntut ganti rugi Rp5 miliar oleh suami. Korban mengaku dibohongi selama 13 tahun. Mengaku gadis, ternyata sudah janda.

MAKASSAR, BUKAMATA - Hakim Pengadilan Negeri Makassar, Hartono Pancono, telah mengetuk palunya. Seorang wanita berinisial NN dinyatakan bersalah, memberikan keterangan palsu ke dalam sebuah akta autentik tentang suatu kejadian sebenarnya.

NN digugat suaminya YA, dengan ganti rugi Rp5 miliar. Selama 13 tahun pernikahan, NN dinilai telah membohongi suaminya. Dia mengaku gadis saat menikah. Padahal dia sudah janda.

NN pernah menikah sebelumnya dengan seorang pria berinisial SH. Mereka menikah pada 1996. Kemudian, terdakwa NN dan saksi korban YA menikah pada 2006.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 bulan 9 hari," kata Hartono dalam putusannya.

Pengadilan juga membebankan kepada terdakwa biaya perkara sebesar Rp5.000. Putusan ini dibacakan pada 11 Januari 2021 di PN Makassar.

Pada putusan Nomor 1018/Pid.B/2020/PN Makassar disebutkan YA melakukan gugatan ini setelah mengetahui pasangannya pernah menikah pada 1996 dengan pria lain bernama SH.

YA lalu mengajukan gugatan dengan menyebut dirinya mengalami kerugian atas tindakan yang dilakukan oleh NN. Yulian menyebut dirinya mendapatkan kerugian mencapai Rp5 miliar karena membiayai pernikahan juga membiayai kuliah NN hingga mendapatkan gelar doktor.

Saksi korban juga mengalami kerugian imateriil, karena merasa tertipu dan malu disebabkan terdakwa sebelumnya pernah menikah dengan orang lain dan mengakui dirinya masih perawan dan tidak pernah memberitahukan statusnya tersebut kepada YA.

Di persidangan terungkap perkenalan keduanya terjadi saat dipertemukan oleh ibu NN. Keduanya berpacaran 3 bulan meski dengan jarak jauh, dikarenakan posisi YA saat itu berada di Jakarta dan NN berada di Makassar. Selama proses pacaran itu, pihak keluarga tidak pernah memberitahukan status NN sebenarnya kepada YA.

Sebelum melangsungkan pernikahan, pihak NN menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu akta autentik adalah buku/kutipan Akta Nikah nomor 217/17/V/2016 tanggal 7 Mei 2006, yang mana tertuang status terdakwa adalah perawan sementara pada saat itu statusnya adalah janda.

#Persidangan #Janda