Redaksi
Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 16:14

Presiden Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).
Presiden Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Prabowo Tegas ke Birokrat, TNI, Polri hingga Jaksa: Pangkat dan Seragam Kalian Milik Rakyat

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan birokrat, TNI, Polri, dan jaksa agar selalu mengabdi kepada rakyat. Ia menegaskan pangkat, seragam, hingga fasilitas aparat berasal dari uang rakyat.

LOMBOK, BUKAMATANEWSPresiden Prabowo Subianto melontarkan pesan tegas kepada para birokrat, aparat TNI, Polri, hingga kejaksaan agar selalu mengingat bahwa jabatan, pangkat, dan fasilitas yang mereka nikmati berasal dari rakyat.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengajak seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

"Masalah bangsa Indonesia adalah masalah kita semua. Saya minta kita introspeksi, terutama para birokrat. Kita semua harus introspeksi," kata Prabowo.

Ia kemudian memberikan penekanan khusus kepada pejabat TNI dan Polri agar tidak pernah melupakan sumber amanah yang mereka emban.

"Pejabat-pejabat militer dan polisi, saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga," tegasnya.

Prabowo bahkan menyapa langsung salah seorang jaksa yang hadir dalam acara tersebut. Ia kembali menegaskan bahwa jabatan dan atribut yang dikenakan aparat penegak hukum merupakan amanah dari masyarakat.

"Anda jaksa, ya? Pakai bintang juga di baju. Kau juga milik rakyat," ujarnya.

Selain mengingatkan pentingnya integritas aparatur negara, Prabowo juga menyoroti capaian pemerintah yang menurutnya berhasil diraih dalam waktu relatif singkat, terutama di sektor pangan dan energi.

Meski demikian, ia mengakui berbagai kebijakan pemerintah masih menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan, termasuk pelaku korupsi.

"Kita bersyukur prestasi-prestasi yang sudah kita hasilkan dalam waktu yang singkat meski mendapat banyak perlawanan, terutama dari koruptor-koruptor itu," ucap Prabowo.

Dengan nada bercanda, Presiden kemudian menahan diri untuk tidak menggunakan istilah yang lebih keras terhadap para koruptor.

"Saya harus bicara hati-hati, saya harus bicara sopan. Saya enggak boleh bilang koruptor itu bajingan, enggak boleh itu," katanya yang disambut tawa hadirin.

Peresmian Bendungan Meninting turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Presiden Prabowo Subianto #Polri