Aswad Syam
Aswad Syam

Kamis, 18 Maret 2021 12:51

Hilda Djamrin (kiri), bersama kuasa hukumnya.
Hilda Djamrin (kiri), bersama kuasa hukumnya.

Menghilang Bagai "Bang Toyib", Wanita Gowa Ini Ceraikan Harun Masiku

Tak pernah memberi nafkah lahir dan batin kepada istrinya, Harun Masiku akhirnya diceraikan. Keputusan cerai sudah dibacakan. Hildawati Djamrin pun resmi menjanda.

MAKASSAR, BUKAMATA - Selasa, 16 Maret 2021. Palu hakim Pengadilan Negeri Makassar telah mengetuk meja. Hildawati Djamrin, resmi menceraikan Harun Masiku, buronan KPK atas kasus pergantian antar waktu yang menyeret sejumlah nama politisi salah satu partai politik.

Kuasa hukum Hildawati Djamrin, Hari Sakti Zabri membenarkan putusan PN Makassar tersebut. Putusan cerai tersebut berdasarkan putusan verstek Nomor: 238/Pdt.G/2020/PN Mks tertanggal 16 Maret 2021. Gugatan cerai Hilda sendiri, telah didaftarkan pada 27 Juli 2020 pada Pengadilan Negeri Makassar melalui e Court.

Hari mengatakan, selama persidangan cerai berlangsung, Harun Masiku sama sekali tidak pernah hadir dalam sidang yang berlangsung tertutup itu. "Antara Harun Masiku dan klien saya sudah tidak ada hubungan lagi, oleh karenanya mengenai Informasi, keberadaan atau apapun jenisnya tentang Harun Masiku, sudah tidak menjadi urusan klien saya lagi" ujar Hari disitat dari Detik.

Menurut Hari, alasan kliennya menceraikan Harun Masiku, karena tidak pernah mendapat nafkah lahir dan batin. Setelah ditetapkan sebagai buron KPK, Hildawati dan Harun Masiku sama sekali tak pernah bertemu. Dia bagai hilang ditelan bumi. Sudah beberapa lebaran tak pulang-pulang, seperti dalam kisah lagu "Bang Toyib".

"Jadi saya beranggapan sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan, sudah cukup beralasan dilakukan gugatan cerai, karena sudah setahun lebih (tidak bertemu) sampai sekarang," ungkap Hari.

Hildawati dan Harun Masiku melangsungkan pernikahan di Singapura pada 11 Maret 2017 lalu. Dari pernikahan keduanya, Harun dan Hilda belum dikaruniai anak.

Hilda dan Harun Masiku terakhir berkomunikasi pada 7 Januari 2020. Saat itu, Harun Masiku terbang ke Jakarta setelah dari Makassar pada 31 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020. Dia libur lebaran dan mengunjungi istrinya di Gowa.

Lalu, pada 6 Januari 2020, dia kembali ke Jakarta. Karena dia akan ke Singapura. Harun Masiku kata Hilda, sempat berkirim kabar pada 7 Januari malam. Sekitar pukul 12 malam. Saat itu kata Hilda, dia mengabarkan kalau dirinya sudah di Jakarta.

"Itu Terakhir komunikasinya. 8 Januari sampai sekarang saya tidak komunikasi," ungkap Hilda kepada wartawan pada wawancara Januari 2020 lalu.

Sampai saat in pun, Hildawati kata Hari, tidak mengetahui di mana keberadaan Harun Masiku. Hildawati bahkan tidak tahu apakah Harun Masiku masih hidup atau telah meninggal.

"Saya pernah tanya (Hilda) soal kabar meninggalnya Harun Masiku, dia (Hilda) jawab hanya baca lewat media. Dia tidak tahu Harun Masiku masih hidup atau sudah meninggal," kata Hari.

Sekadar diketahui, Harun Masiku menjadi buron KPK selama lebih dari setahun. Dia menjadi tersangka kasus suap PAW DPR. Padahal tiga tersangka lain, yakni Saeful Bahri, eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, dan Agustiani Tio Fridelina, sudah divonis bersalah.

Isu buron KPK Harun Masiku meninggal pernah diungkapkan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Namun, kabar itu lalu jadi simpang siur. Karena belakangan, Boyamin lalu menyebut tersangka KPK itu berada di luar negeri.

#Harun Masiku #Buronan KPK #KPK