Kisah Haru Pria 24 Tahun Menikah dengan Nenek 85 Tahun
Pengantin wanita yang sudah berusia sepuh adalah seorang perempuan yang telah menghabiskan hidupnya untuk merawat bayi-bayi terlantar di jalanan.
BUKAMATA - Cinta memang tak mengenal usia. Inilah yang terlihat dari pernikahan seorang nenek 85 tahun dengan seorang pria muda berusia 24 tahun.
Tak hanya kisah cinta yang terdengar tak lazim ini, kisah di balik foto pernikahan mereka juga bisa membuat publik terharu.
Pengantin wanita yang sudah berusia sepuh adalah seorang perempuan yang telah menghabiskan hidupnya untuk merawat bayi-bayi terlantar di jalanan.
Pria muda tersebut bernama Zhang yang merupakan petugas pemadam kebakaran berusia 24 tahun dari Kabupaten Fenyi, Xinyu, Provinsi Jiangxi, China. Sementara sang nenek bernama Tang yang kini berusia 85 tahun.
Zhang jatuh cinta kepada Tang karena menganggapnya sebagai seorang pahlawan. Dia merawat bayi-bayi yang ditinggalkan di dekat rumah sakit oleh orang tua mereka.
Nenek Tang merawatnya hingga bayi-bayi itu tumbuh besar dan sehat. Kemudian ia akan mengirim mereka ke Lembaga Kesejahteraan supaya bisa diadopsi.
Namun, jika bayi mengalami kondisi lemah secara fisik, nenek Tang akan mengadopsi sendiri dan membesarkannya sebagai anak sendiri. Pria muda bernama Zhang yang ada dalam foto mirip pernikahan itu adalah satu dari enam bayi terlantar yang pernah dibesarkannya.

Ketika Tang berusia 61 tahun, atau tepatnya 24 tahun yang lalu ia menyelamatkan seorang bayi terlantar yang tak lain adalah Zhang.
Zhang kemudian dibesarkan oleh Tang bersama suami dan enam anak yatim piatu lainnya. Sementara itu Tang juga memiliki lima anak kandung hasil pernikahan dengan suaminya.
Kebutuhan keluarga tersebut hanya mengandalkan gaji pensiunan dan juga berjualan sayuran. Mengingat banyak anak yang harus dirawat sehingga Tang dan suaminya harus banting tulang mencari uang demi mempertahankan hidup.
Kakak perempuan Zhang juga merupakan salah satu anak yang diadopsi. Anak-anak terlantar itu memanggil Tang dengan panggilan nenek, karena usianya sudah terlalu tua untuk dipanggil ibu.
Banyaknya anak yang harus dirawat, Tang dan suaminya mengalami banyak kesulitan keuangan. Hingga akhirnya pada tahun 2001, Pemadam Kebakaran di Kabupaten Fenyi mendengar kabar perjuangan Tang dan suaminya itu. Akhirnya pihak Pemadam Kebakaran memberikan subsidi kepada Zhang dan biaya sekolah saudara-saudaranya.
Sekitar lebih dari satu dekade, meskipun ada pergantian petugas tim pemadam kebakaran, namun mereka masih terus membantu biaya sekolah anak-anak yang dirawat Tang. Hingga akhirnya Zhang lulus SMA pada tahun 2016 dan kakanya lulus kuliah pada 2013.
Selama bertahun-tahun mendapat bantuan dari pemadam kebakaran, membuat Zhang bercita-cita bergabung dengan tim pemadam kebakaran daripada melanjutkan studinya. Sebab para petugas pemadam kebakaran itulah yang mendukungnya menjadi orang sukses.

Pada Mei 2020, Zhang memanfaatkan masa cutinya untuk mengatur pemotretan pernikahan. Tentu saja ia akan memberikan sesuatu yang mengejutkan itu untuk kakek dan neneknya.
Namun saat jadwal pemotretan, sang kakek tidak bisa datang karena sedang sakit. Akhirnya, Zhang memakai baju pengantin sang kakek untuk menemani neneknya melakukan pemotretan.
Sehingga terlihat foto tersebut seperti pernikahan nenek 85 tahun dengan pria 24 tahun. Padahal itu dilakukan hanya karena kesalahan teknis saja. Saat melihat hasil pemotretan, neneknya pun terlihat malu-malu dan bahagia.
Zhang mengatakan ia sangat puas dan bahagia dengan hidupnya yang sekarang. Harapan terbesarnya adalah bisa melihat neneknya selalu sehat dan bisa memiliki banyak waktu untuk menemaninya.
Meskipun sang nenek hanya lulusan SD, namun ia berhasil mengajarkan arti kebaikan, saling perhatian terhadap orang lain, dan rasa terimakasih kepada Zhang.
“Meskipun tubuhnya kecil dan pendek, namun ia telah membawa banyak hal dan memiliki hati yang kuat,” pungkasnya.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
