Redaksi : Senin, 08 Februari 2021 15:01
Karel Tapianus mendapatkan perawatan pada kaki, usai tertembus timah panas saat mencoba kabur.

MAKASSAR, BUKAMATA - Polisi berhasil membekuk dua pelaku utama yang melepaskan panah hingga menewaskan Ramadan (27), tukang parkir Alfamart di Tamalate, Makassar, Minggu, 7 Februari 2021. Mereka adalah Adam alias Belox (17), dan Karel Tapianus (18).

Kassubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edhy Supriadi mengungkapkan, kedua pelaku sudah mengakui perbuatannya. Adam mengaku melepaskan satu anak panah besi yang mengenai punggung kiri korban.

Sedangkan Karel Tapianus, mengakui telah melepaskan satu buah anak panah ke arah depan korban. Anak panah itu menancap di dada kiri korban. Saat itu, korban sempat mencabut anak panah tersebut. Lalu meminta tolong agar dicabutkan anak panah di punggungnya, namun tak ada yang berani.

Dua anak panah itulah yang mengakhiri hidup Ramadan di UGD Rumah Sakit Grestelina, Makassar.

Panit Resmob Polsek Rappocini, Iptu Nurman mengatakan, Karel Tapianus dulu pernah diamankan dalam kasus pencurian. Namun dikembalikan ke orang tuanya, karena saat itu masih di bawah umur.

Karel berusaha kabur saat dibawa mencari barang bukti busur di Jl Andi Djemma. Terpaksa, polisi melakukan tindakan terukur dengan melepaskan tembakan yang mengenai betis kanannya.

Sampai saat ini, sudah sepuluh yang diamankan. Sementara 12 orang masih dalam pengejaran.

Yang sudah diamankan, Adam (17), posisinya sebagai pemanah dengan joki Wawan. Lalu Wawan (18), joki yang membonceng Adam. Ada Dian (15), posisinya sebagai pemanah yang dibonceng oleh Aldi (DPO).

Lalu ada Muh. Bagas (15), pemanah yang dibonceng oleh Adit (DPO). Juga berboncengan dengan Karel (18) yang juga sudah tertangkap.

Pelaku lainnya yang sudah ditangkap, Satria Kafala Herlangga (18), posisinya sebagai pemanah. Dia naik motor dibonceng Pute (DPO).

Ada pula Muh Fadil (17), dengan posisi sebagai pemanah. Dia naik motor dibonceng Muh Rialdi (DPO).

Lalu, Karel (18), pemanah. Dia dibonceng Adit (DPO) bersama dengan Muh. Bagas. Juga ada Muh Yusuf Putra (17), sebagai pemanah. Dia naik sepeda motor bersama Dede (DPO).

Lalu, ada Fadil Ahmad (16), yang saat kejadian ada di TKP. Juga ada Muh Fahreza (13), juga berada di TKP.

Para pelaku yang diamankan kata Iptu Nurman, mengakui dan membenarkan telah melakukan penagniayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Para pelaku berada di tempat kejadian saat terjadi penganiayaan dengan peranan masing-masing. Para pelaku juga menyebutkan beberapa nama yang terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sementara yang DPO ada 12 orang, yakni, Rangga (pemanah) yang berboncengan dengan Reza Alba, ada juga Aslam (pemanah), Reza Alba (joki untuk Rangga). Lalu, Pute berboncengan dengan Satria (sudah diamankan), Adit (joki), berboncengan dengan sepupunya, Aidil alias Bortol (joki), Rafli (joki), Muh Rialdi (joki), Aldi (joki), Dede (joki), Sudi (joki), dan Sofyan alias Ian (pemanah).

Kompol Edhy Supriadi menambahkan, kejadian berawal saat sekelompok anak muda dengan mengendarai sepeda motor menonton balapan liar pada dini hari, Minggu, 7 Februari 2021. Lalu saat hendak pulang dari menonton balap liar, salah seorang di antara mereka melintas di Jl. Tamalate 1, di depan minimarket. Pada saat itulah korban Ramadan tersinggung dan menegur pelaku karena balap-balap dan suara knalpot yang bising.

Karena tidak terima ditegur, salah seorang dari kelompok tersebut memanggil teman-temannya. Mereka lalu menyerang Ramadan dengan menggunakan busur dan anak panah, serta samurai. Sehingga kemudian korban terkena anak panah di dada sebelah kiri dan di punggung sebelah kiri. Anak panah itu dari busur Adam alias Belox dan Karel Tapianus. Korban sempat dilarikan ke RS Grestelina, namun mengembuskan napas terakhir di UGD rumah sakit tersebut.

"Pelaku dan barang bukti diserahkan kepada Polsek Rappocini, guna menjalani proses hukum lebih lanjut," ujar Kompol Edhy Supriadi.

Penulis: Maulana