Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Peneliti WHO mungkin akan fokus pada Wuhan Institute of Virology, salah satu laboratorium penelitian virus top China yang membangun arsip informasi genetik tentang virus coron
BUKAMATA - Anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah dua hari bekerja di Wuhan untuk menyelidiki asal-usul pandemi virus corona.
Mereka telah mengunjungi dua rumah sakit yang telah merawat pasien COVID-19. Hari ini, Sabtu (30/01/2021) mereka berada di Wuhan Jinyintan Hospital, salah satu fasilitas pertama yang menangani pasien pada awal Covid-19.
"Baru saja kembali dari kunjungan di rumah sakit Jinyintan, yang mengkhususkan diri pada penyakit menular dan ditujukan untuk perawatan kasus pertama di Wuhan," kata ahli virologi Belanda Marion Koopmans dalam sebuah posting di Twitter.
Sementara itu, ahli zoologi Peter Daszak dari kelompok AS EcoHealth Alliance, yang juga merupakan anggota tim, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan "kesempatan penting untuk berbicara langsung dengan petugas medis yang memerangi virus pada saat kritis."
Pada hari Jumat, para anggota tim pertama-tama melakukan pertemuan tatap muka dengan para ilmuwan China. Mereka kemudian mengunjungi Hubei Integrated Chinese and Western Medicine Hospital.
Pada Kamis malam, WHO mengatakan di Twitter bahwa timnya berencana untuk mengunjungi rumah sakit, pasar seperti Pasar Makanan Laut Huanan yang terkait dengan banyak kasus pertama, Wuhan Institute of Virology, dan laboratorium di fasilitas itu, termasuk Wuhan Center for Disease Control.
Dikatakan bahwa tim tersebut telah meminta "data dasar yang mendetail" dan juga berencana untuk berbicara dengan beberapa pasien pertama.
Pada awal kemunculannya, virus corona diduga berasal dari pasar di Wuhan. Namun tidak ada cukup bukti untuk mendukung klaim ini.
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa salah satu kemungkinannya adalah pemburu satwa liar mungkin menularkan virus kepada pedagang yang membawanya ke Wuhan.
Sementar itu, pemerintah China memiliki teori sendiri bahwa wabah mungkin berasal impor makanan laut beku yang tercemar virus. Namun pendapat ini ditolak mentah-mentah oleh para ilmuwan dan lembaga internasional.
Tapi bagi para penyelidik WHO, penelitian mereka mungkin akan fokus pada Wuhan Institute of Virology, salah satu laboratorium penelitian virus top China yang membangun arsip informasi genetik tentang virus corona kelelawar setelah wabah SARS tahun 2003.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33