Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Sebelum ke Samarinda, dari Buton Sakka menyeberang ke Parepare, lalu ke Kaltim. Di Pulau Derawan, Berau, Sakka diciduk polisi.
BONE, BUKAMATA - Jalur pelarian Sakka (24), pria yang menghabisi nyawa istrinya di Lingkungan Harapan Tallumae, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diungkap Kapolres Bone, AKBP Try Handoko dalam press rilis di Mapolres Bone, Kamis, 21 Januari 2021.
Jumat dini hari, 20 November 2020 lalu, usai membunuh istrinya dengan beberapa kali tikaman, Sakka melarikan diri ke Kecamatan Bola, Wajo. Di sana, Sakka sempat bermalam di sebuah masjid.
Lalu dari Bola, Sakka berangkat ke Siwa, Wajo. Dari Pelabuhan Siwa, Sakka menyeberang ke Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Kemudian, dia menggunakan mobil truk ke Kabupaten Kolaka. Selanjutnya, dia menyeberang ke Kabupaten Bombana, Sultra, menggunakan mobil penumpang.
Dari Bombana, dia menyeberang ke Pulau Buton. Tepatnya di Kabupaten Bau-Bau. Di sana, Sakka menetap selama sebulan lamanya. Dia bekerja di sebuah usaha pengolahan kayu.
Dari Buton, Sultra, Sakka sempat kembali masuk Sulsel, tepatnya di Pelabuhan Parepare. Dari Parepare, Sakka menuju Pelabuhan Samarinda, Kaltim.
Dari Samarinda, pelaku menuju Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kaltim. Di situ ada rumah keluarganya. Di situlah Sakka dibekuk setelah 16 hari berada di sana.
Sakka saat ini telah ditahan di sel tahanan Mapolres Bone, untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Sebelumnya, Sakka mengungkap alasan membunuh istrinya, Selmi (14). Saat dihadirkan pada press rilis di Mapolres Bone, Kamis, 21 Januari 2021, Sakka menuturkan alasannya menghabisi nyawa istrinya pada Jumat dini hari, 20 November 2020 lalu.
Saat itu, Kamis, 19 November 2020. Sekitar pukul 23.00 Wita. Sakka dan Selmi baru saja pulang dari rumah mertuanya di Jl Sukawati. Dia juga sempat ikut membantu mertuanya memindahkan material bangunan. Pasalnya, di sana mertuanya sedang merenovasi rumah.
Sampai di rumah orang tua Sakka di Lingkungan Harapan Tallumae, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sakka cekcok dengan istrinya.
Penyebabnya berdasarkan pengakuan Sakka, pelaku sempat membaca chat istrinya dengan mantan pacarnya lewat media sosial Facebook. Menurut Sakka, pria yang merupakan mantan pacar istrinya, sempat mengirimkan pesan lewat messenger Facebook, meminta agar korban Selmi menceraikan sang suami, lalu menikah dengannya.
"Dia chat sama mantannya. Bilang itu pria ke istri saya, ceraikan saja suamimu baru nikah sama saya," ujar Sakka menirukan pesan Messenger Facebook pria itu ke istrinya.
Karenanya, Sakka mengaku malu. Dia merasa sudah setengah mati mencari nafkah, sementara sang istri selingkuh di belakangnya. Karenanya, Sakka malam itu cekcok dengan korban. Namun, cekcok tengah malam itu, berhasil didamaikan ayah Sakka.
Akan tetapi, saat ayah Sakka terlelap, sekitar pukul 03.00 dini hari, cekcok berlanjut. Malah makin panas. Sakka mencabut badik lalu menusukkan ke arah istrinya, Selmi. Kaget, Selmi melompat dari rumah panggung dan terjatuh di dekat tangga.
Sakka lalu menyusul melompat, sambil menghujamkan badiknya berulang-ulang ke tubuh Selmi. Ada sekitar 8 luka tusukan di tubuh Selmi, pada titik yang mematikan. Nyawa Selmi tak tertolong.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46