Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Kementerian kesehatan Jepang mengatakan bahwa ada lima orang telah terinfeksi, dan mereka tiba di negara itu antara 18 Desember hingga 21 Desember.
BUKAMATA - Jepang telah mengonfirmasi kasus pertama virus corona varian baru yang diidentifikasi di Inggris.
Kementerian kesehatan negara itu mengatakan bahwa ada lima orang yang terinfeksi. Mereka tiba antara 18 Desember hingga 21 Desember, sebelum Jepang meningkatkan kontrol perbatasan pada Jumat (25/12) untuk pendatang dari Inggris.
AP maleporkan bahwa seorang pria berusia 60-an mengalami kelelahan, tetapi empat lainnya tanpa gejala.
Menteri Kesehatan, Norihisa Tamura mengatakan bahwa kelima orang itu telah dikirim ke karantina.
Setelah mereka dinyatakan positif terkena virus, analisis lebih lanjut yang dilakukan di National Institute of Infectious Diseases menetapkan bahwa mereka memiliki virus varian Inggris, yang 70 persen lebih dapat menular.
Shigeru Omi, kepala satuan tugas pemerintah, menyerukan kontrol perbatasan yang lebih ketat untuk mencegah penyebaran varian baru.
Virus corona jenis ini juga telah dillaporan di Singapura, Denmark dan Jerman.
Virus corona varian baru dikenal sebagai B.1.1.7, dan diyakini lebih menular dibandingkan virus corona biasa.
Neil Ferguson, seorang ahli epidemiologi di Imperial College London, memperkirakan varian tersebut memiliki tingkat penularan 50 hingga 70 persen dibandingkan dengan varian lain di Inggris Raya.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33