Ririn
Ririn

Senin, 14 Desember 2020 16:13

Mandulo Ambrose Dlamini, Perdana Menteri Eswatini (kanan) berbicara kepada Mokgweetsi Eric Keabetswe Masisi (Kiri), Presiden Botswana, pada sesi pleno Pemimpin Afrika di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Afrika pada 2019
Mandulo Ambrose Dlamini, Perdana Menteri Eswatini (kanan) berbicara kepada Mokgweetsi Eric Keabetswe Masisi (Kiri), Presiden Botswana, pada sesi pleno Pemimpin Afrika di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Afrika pada 2019

PM Eswatini Jadi Pemimpin Dunia Pertama yang Meninggal Akibat Covid-19

Perdana Menteri Eswatini, Ambrose Dlamini telah menjalani perawatan di Afrika Selatan sejak 1 Desember dan meninggal pada Minggu malam.

BUKAMATA - Perdana Menteri Eswatini, Ambrose Dlamini meninggal dunia, empat minggu setelah dinyatakan positif virus corona.

Pemimpin berusia 52 tahun itu telah menjalani perawatan di Afrika Selatan sejak 1 Desember dan meninggal pada Minggu malam.

"Yang Mulia telah memerintahkan agar saya memberi tahu negara tentang kesedihan dan meninggalnya Yang Mulia Perdana Menteri Ambrose Mandvulo Dlamini. Yang Mulia meninggal sore ini saat menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan," kata Wakil Perdana Menteri Themba Masuku dalam sebuah pernyataan.

Meskipun pernyataan resmi tidak menyebutkan penyebab pasti kematiannya, ia dinyatakan positif virus corona pada 16 November dan awalnya tidak menunjukkan gejala.

Kemudian diumumkan bahwa dia akan dipindahkan ke Afrika Selatan untuk mempercepat pemulihannya. Saat itu, dikatakan bahwa dia stabil dan merespon pengobatan dengan baik.

Dlamini adalah pemimpin negara pertama yang meninggal akibat Covid-19. Beberapa pemimpin dunia telah terinfeksi virus corona, termasuk Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, namun mereka semua berhasil sembuh.

Dlamini diangkat sebagai perdana menteri Eswatini pada November 2018. Dia sebelumnya bekerja di industri perbankan selama lebih dari 18 tahun, termasuk menjadi direktur pelaksana Eswatini Nedbank Limited.

Negara ini memiliki populasi sekitar 1,2 juta orang dan sejauh ini mencatat 6.768 kasus positif Covid-19, dengan 127 kematian.

Eswatini sebelumnya dikenal sebagai Swaziland, namun berganti nama pada Oktober 2018. Ini adalah negara kecil yang terkurung daratan di Afrika selatan, dan salah satu monarki absolut terakhir di dunia. Inni berbatasan dengan Mozambik di timur laut dan Afrika Selatan di utara, barat, dan selatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Covid-19

Berita Populer