Anak Panah Masih Menancap di Punggung Pendemo Habib Rizieq Saat Dirujuk ke RS Wahidin
Seorang pendemo Habib Riziieq Shihab terkena busur. Kini dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Pasalnya, rumah sakit tempat dia awal dirawat, tak memiliki spesialis bedah. Sedangkan anak panah menancap cukup dalam.
MAKASSAR, BUKAMATA - Prawira Dirga meringis menahan sakit. Dia perlahan turun dari bangsal berjalan. Dipapah dua orang. Lalu dipindahkan ke sebuah mobil minibus hitam. Anak panah berekor tali rafia hijau, tampak masih menancap di punggung kirinya.

Prawira hendak dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo. Sebelumnya, dia dilarikan ke RS Pelamonia. Usai terkena anak panah dari kelompok yang membubarkan aksi mereka di depan Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman Makassar, Selasa, 1 Desember 2020, kemarin. Karena tak punya spesialis bedah, mahasiswa itu pun dirujuk ke RS Wahidin.
"Nggak ada ininya, nggak ada alatnya di sini kan, ndag ada spesialis bedah (jadi dirujuk)," ujar Kapolsek Ujung Pandang AKP Bagas Sancoyoning.
Kemarin, Prawira ikut dalam aksi demonstrasi menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Makassar. Mereka memalang sebuah truk gandeng kuning gading. Di kepala truk, mereka menggantung spanduk bergambar Habib Rizieq yang disilang merah.
Tiba-tiba di tengah aksi sore itu, serombongan orang tak dikenal membubarkan mereka. Selain lemparan batu, tampak ada di antara pendemo yang menenteng busur. Memakai pakaian serba hitam. Juga topi hitam. Dia terus merangsek mengejar pendemo.
Semua peserta aksi kocar-kacir melarikan diri. Termasuk Prawira Dirga. Saat berlari, tiba-tiba Prawira merasakan ada yang menancap di punggungnya. Busur itu tertancap cukup lama, hingga dia dilarikan ke salah satu rumah sakit yang dekat dengan TKP.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, polisi akan menyelidiki kasus ini. Pasalnya, ini merupakan bentuk penyerangan.
"Ini merupakan penyerangan. Jadi akan kita proses," tegas Ibrahim.
Sementara itu, pihak FPI Sulsel mengaku tak mengetahui kelompok yang membubarkan aksi penolakan HRS tersebut. Sekretaris FPI Sulsel, Agus Salim mengatakan, dirinya baru menerima kabar itu kemarin magrib, dari media. Dia juga tak mengerti kenapa kelompok tersebut melakukan aksi demonstrasi.
News Feed
Pemkab Rilis Logo Hari Jadi Jeneponto ke-163, Karya Kreator Lokal
20 April 2026 15:10
Brimob Polda Sulsel Gelar Pelatihan Manajemen Staf, Ini Tujuannya
20 April 2026 14:19
Raih 11 Medali, Luwu Timur Peringkat Empat Besar MTQ Tingkat Provinsi Sulsel
19 April 2026 21:40
