Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 23 November 2020 07:38

Sakka, pelaku penikaman terhadap istrinya di Bone.
Sakka, pelaku penikaman terhadap istrinya di Bone.

Ibu Pengantin Baru di Bone Curiga Putrinya Tewas karena Persekongkolan Jahat

Keluarga Selmi, korban penikaman oleh suaminya di Bone, melihat ada banyak kejanggalan di TKP. Dia curiga, putrinya tewas akibat persekongkolan jahat.

BONE, BUKAMATA -- Air mata Asma terus menetes. Dia tak mampu membayangkan bagaimana putri semata wayangnya, Selmi (14), tewas di tangan menantunya, Kamaluddin alias Sakka (20), tanpa ada yang menolongnya.

Andaikan dia tahu seperti ini akhirnya, tak mungkin dia akan menyerahkan putrinya kepada seorang pembunuh. Putri satu-satunya hasil pernikahannya dengan almarhum Rasman suaminya, tewas mengenaskan di rumah mertuanya sendiri.

Dia meminta polisi untuk memeriksa satu keluarga di rumah yang menjadi TKP pembunuhan, di Lingkungan Harapan Tallumae, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang.

"Pokoknya saya minta polisi periksa semua orang di sana (TKP), jangan sampai ada persekongkolan buat habisi anakku," ujar Asma di kediamannya, Jl Sukawati, Watampone, Minggu, 22 November 2020.

Supri, paman korban juga ikut menimpali. Menurutnya, ada beberapa kejanggalan yang membuat dia curiga. Ternasuk sikap Jafar, orang tua pelaku yang terkesan membiarkan penikaman itu terjadi.

Jafar kata Supri, mengaku melihat putranya menikam menantunya hingga tewas, tapi mayatnya pagi baru ditemukan. Asma menganggap ada unsur pembiaran.

"Kenapa korban tidak dibawa ke rumah sakit, atau setidaknya hubungi kami selaku pihak orang tua korban. Namun ini tidak. Kami justru mengetahui kejadian ini dari orang lain," ungkap Supri.

Di lokasi ditemukannya korban kata Supri, juga ada darah. Padahal, seharusnya sudah bergelimang di situ. Sehingga, Supri menduga korban dihabisi di tempat lain baru jasadnya dibawa ke situ.

"Katanya korban ditikam di rumah kemudian jatuh ke bawah. Padahal tidak ada sama sekali darah baik di teras rumah, bahkan di tempat ditemukan mayat tergeletak. Di sana tidak ada darah," tambah Supri.

Sebelumnya, Selmi (14), ditemukan tewas di dekat tangga rumah mertuanya di Lingkungan Harapan, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, pada Jumat pagi, 20 November 2020.

Dia dihabisi secara sadis suaminya, Sakka (20). Ada 20 luka tusukan sejata tajam jenis badik di tubuhnya. Tersebar dari dada, punggung, leher, dagu dan tangan.

Penikaman diawali cekcok pada Kamis malam, 19 November 2020, sekira pukul 23.00 Wita. Sempat berhenti karena dilerai oleh orang tua Sakka. Namun, sekitar pukul 03.00 Wita, cekcok kembali. Kali ini lebih tragis. Sakka menghunus badik. Selmi yang ketakutan, menghindar dengan melompat ke tangga. Sayang, dia tersungkur. Saat itulah, Sakka melompati tubuhnya dengan badik terhunus.

Tanpa ampun, Sakka menyarangkan badik itu berkali-kali ke tubuh wanita yang dinikahinya pada 4 Oktober 2020 lalu itu. Usai menikam istrinya, Sakka kabur.

"Anggota sementara melakukan pengejaran," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang, Iptu Samson.

#Penikaman #Suami Bunuh Istri