BONE, BUKAMATA - Selmi (14), telah pergi untuk selama-lamanya di Jumat subuh, 20 November 2020. Ada 20 luka tikaman di tubuhnya. Tersebar di dada, punggung, tangan, leher, juga dagu.
Pelakunya tampaknya sangat beringas. Bukan orang lain. Pelakunya adalah suami sendiri. Sakka namanya. Usianya 20 tahun.
Lokasinya, di rumah orang tua Sakka, sang pelaku. Di Lingkungan Harapan Tallumae, Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Bone.
Baca Juga :
Usai menikah 4 Oktober 2020 lalu, Selmi memang tak ingin ikut ke rumah orang tua suami. Dia masih betah bersama orang tuanya, di Jl Sukawati, Watampone.
Namun, orang tuanya membujuk. Seorang istri harus ikut imamnya. Sakka sudah menjadi imam Selmi.
Akhirnya, Selmi menurut. "Kalau mupaksaka pergi, tidak mulihatma itu kembali. Jasad saja mulihat. Baju saja mulihat," ujar Selmi ke orang tuanya. Pernyataan Selmi itu didengar tetangganya, Irma. Perkataan itu bagai firasat dari Selmi.
Siska, kerabat Selmi mengatakan, korban dan pelaku, Sakka, sempat pacaran. Lalu memutuskan menikah pada 4 Oktober 2020 lalu. Sakka sendiri seorang residivis kasus pembunuhan. Pada 2017 lalu, dia menghabisi nyawa seorang pria bernama Wandi, di Lapangan Merdeka, Watampone. Sudah dihukum. Lalu bebas pada awal 2020. Usai bebas, pria yang tubuhnya dipenuhi tato itu, berpacaran dengan Selmi. Hingga memutuskan menikah pada awal Oktober lalu.
Usai menikah, kadar cinta Selmi sebenarnya sudah berkurang ke Sakka. Itu karena, sang suami ringan tangan. Sebagai gadis yang masih di bawah umur, Selmi masih sangat butuh kasih sayang. Namun, justru dia jatuh ke lelaki pemberang.
Akhirnya, Selmi curhat ke temannya, Nur Afni. Dia bilang sudah tak suka lagi suaminya. Selmi bahkan sempat mengutarakan untuk cerai.
Pada Kamis malam, 19 November 2020, pukul 23.00 Wita, Selmi dan Sakka cekcok. Namun, sempat dilerai oleh orang tua Sakka.
Bukannya reda. Cekcok berlanjut pada Jumat dini hari, 20 November 2020. Pukul 03.00 Wita. Diduga Selmi minta pulang dan hendak cerai. Saat itulah, Sakka menjadi barbar. Dia mengambil badik, lalu menghunuskan ke istrinya. Namun, Selmi menghindar, lalu melompat turun. Sayang, dia terjatuh dekat tangga.
Sakka lalu melompati tubuh Selmi dengan badik terhunus. Membabi buta, badik itu ditusukkan ke tubuh Selmi. Ada 20 tusukan. Selmi pun tewas di tempat. Sementara Sakka, melarikan diri usai menghabisi nyawa istrinya.
"Motifnya kita belum tahu, pelaku masih dalam pengejaran," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang, Iptu Samson.
Seorang saksi sempat melihat pria bertato menginap di Masjid di Kecamatan Bola, Wajo. Diduga Sakka.
Namun, Iptu Samson tak mau berspekulasi. "Anggota masih melakukan pengejaran," jelasnya.