PAREPARE, BUKAMATA – NS, mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Parepare, Sulawesi Selatan, mengaku dilecehkan oknum dosennya. Inisialnya, ABJ.
NS membeberkan kronologinya. Hari itu, Selasa, 6 Oktober 2020. Ada tes mengaji online. NS ujian dengan cara video call. Tiba-tiba, oknum dosen ABJ meminta korban datang ke ruangan FASI, tempat tes mengaji untuk ujian offline.
Suasana saat itu sepi. Hanya NS dan ABJ di dalam ruangan itu. NS mulai membuka Alquran ukuran kecil miliknya. Saat mulai membaca alquran, tiba-tiba saja sang dosen memgang bagian atas dadanya.
“Deg-degan ko kapang, sini saya pegang dadamu," ujar ABJ seperti ditirukan korban.
Saat itu, korban NS mengaku masih berpikiran positif. "Apalagi beliau sudah tua, kayak anak dan ayah. Dua kali dia pegang dada atasku,” beber NS lewat rekaman audio yang didengar Bukamata, Selasa (17/11/2020).
Tak berhenti di situ, aksi ABJ terus berlanjut. Awalnya, dalam posisi yang berhadapan. Kemudian, ABJ meminta NS untuk pindah duduk di sampingnya.
"Dia minta lutut saya berdempetan dengan dia. Saat saya baca (Alquran), dia mulai merangkul. Lalu tangannya naik di belakang saya," ungkap NS.
NS mulai kaget. Ia bilang, saat itu ABJ mulai memanggil dirinya dengan kata sayang. Sambil menepuk pelan punggungnya saat salah baca.
"Mulai na pegang daerah sensitifku. Tapi tidak diremas. Berhenti ka(mengaji). Mulai ma takut di situ. Tidak bisa ka apa-apa. Merasa tertekan ka," bebernya.
Aksi ABJ sempat terhenti saat terdengar suara pintu. Ada orang masuk. Setelah itu, ABJ mengunci pintu. Lalu kembali melancarkan aksi bejatnya.
"Dia mengunci pintu. Setelah itu dia remas payudaraku. Saya sempat melawan. Jangan pak. Dia bilang tidak ji sayang. Lalu bilang, 'mauko nilai A, nilai A+, kukasi ko'," kata korban NS menirukan ABJ.
NS mengaku tak berdaya. Ujung bajunya mulai ditarik ABJ. Hingga, sambung NS, payudaranya diremas dan dicium ABJ. Ia mengatakan ABJ menarik roknya. Katanya, dia sempat melawan dan berdiri. ABJ langsung memegang kepala, lalu mencium bibir NS.
Namun NS mengaku tak membuka mulutnya. Tangan ABJ juga mulai menjalar ke area sensitif NS. Saat itu, NS langsung hendak pergi. Namun, tangannya ditarik pelaku. ABJ mengarahkan tangan NS ke bagian alat vitalnya.
NS mengaku tidak berani berteriak lantaran takut dan tertekan. “Takutka dan tertekan, jadi saya tidak teriak,” bebernya.
Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra yang berusaha dikonfirmasi via telepon, belum memberikan tanggapan. Pesan singkat dan panggilan telepon, belum direspons.
Penulis: Hana
BERITA TERKAIT
-
Aksi Biadab Pemuda di Gowa, Lecehkan Bocah 5 Tahun Hingga Perkosa Ayam Tetangga
-
Pria Bejat di Makassar Ditangkap Usai Lecehkan Dua Adik Tirinya
-
Pamer Kelamin di Depan Siswi, Tukang Ojek di Makassar Ditangkap Polisi
-
Bejat! Kakek di Luwu Timur Lecehkan Cucu Saat Dititip Orang Tua
-
Oknum Dokter Cabul yang Lecehkan Ibu Hamil Saat USG Akhirnya Ditahan