Redaksi
Redaksi

Minggu, 08 November 2020 12:20

Korban penikaman, Musjaya.
Korban penikaman, Musjaya.

Hasil Rekaman CCTV, Penusuk Musjaya Pakai Kemeja Kotak-kotak Cokelat Lengan Panjang

Polisi sudah memperoleh rekaman CCTV di lokasi penikaman Musjaya, tim Appi-Rahman.

JAKARTA, BUKAMATA - Rekaman CCTV sudah diperoleh polisi. Rekaman yang memperlihatkan detik-detik pelaku menikam Muharram Jaya atau Mus Jaya (48) tadi malam, di halte Kompas, Jl Palmerah, Jakarta Pusat.

Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang AKP Haris, membeber isi rekaman CCTV itu. Menurut AKP Haris, hasil rekaman CCTV itu disesuaikan dengan keterangan saksi, petugas piket Pos Keamanan Kompas.

Dalam rekaman itu, kejadiannya pukul 18.52 WIB, tadi malam. Saat itu, korban berdiri di halte, ketika tiba-tiba ditikam seorang pria. Pelakunya mengenakan kemeja lengan panjang kotak-kotak berwarna cokelat.

Usai menikam korban pada pinggang bagian kiri, pelaku lalu lari menuju ke sepeda motor yang dikemudikan rekannya. Sepeda motor berwarna putih itu pun tancap gas, kabur ke arah Slipi.

AKP Haris belum dapat memastikan dari kelompok mana pelaku tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Belum ada indikasi mengarah kelompok manapun," ujar Haris.

Korban penikaman adalah salah satu pendukung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando. Saat itu, Musjaya tengah berkumpul dengan rekannya di luar arena debat, pasalnya peserta yang masuk dibatasi.

Musjaya lalu menunggu di halte. Saat itulah, insiden penikaman terjadi. Darah tampak berceceran di lokasi. Sebuah video juga beredar, detik-detik setelah Mus tertikam. Mus yang mengenakan baju putih tampak terbaring. Darah mengucur dari pinggang kirinya. Seorang rekan Mus tampak menahan bagian luka. Terdengar teriakan yang meminta bantuan ambulans.

Mus lalu dilarikan ke RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Semalam, usai debat, Munafri Arifuddin atau Appi bersama pendampingnya, Abd Rahman Bando, menjenguk korban.

Dia meminta para pendukungnya tetap tenang dan menyerahkan kasus tersebut di kepolisian. Appi berharap, polisi cepat mengungkap pelakunya, juga motif pelaku melakukan penikaman. Appi juga meminta doa agar korban lekas sembuh seperti sedia kala.

Pasangan calon wali kota Makassar lainnya, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, mengaku prihatin dengan kejadian itu. Paslon berjargon ADAMA' itu melalui jubirnya, Indira Mulyasari berharap, aparat keamanan secepatnya mengungkap siapa pelaku dan apa motifnya. Sehingga kata Indira, insiden itu tidak dijadikan bahan fitnah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Penikaman #tim Appi ditikam

Berita Populer