Redaksi
Redaksi

Sabtu, 07 November 2020 21:55

Korban penikaman sesaat setelah insiden.
Korban penikaman sesaat setelah insiden.

Singgung Soal Penikaman Pendukungnya di Closing Statemen, Appi Tenangkan Simpatisannya

Di closing statement debat, Appi menyinggung soal penikaman pendukungnya. Dia pun menyerukan simpatisannya untuk tetap tenang.

JAKARTA, BUKAMATA -- Dengan suara sedikit bergetar, Calon Wali Kota nomor urut 2, Munafri Arifuddin menyinggung insiden penikaman pada seorang pendukungnya di luar arena debat, dalam sesi terakhir debat Pilwalkot Makassar di Jl Palmerah, Jakarta.

"Saya berharap para pendukung tetap tenang, saya sangat menyesalkan kejadian di luar. Ada orang tidak dikenal melakukan aksi tidak terpuji. Sehabis debat saya akan langsung ke rumah sakit, saya harap semua tenang," singgungnya.

Diketahui insiden memang sempat terjadi di luar area debat. Seorang simpatisan paslon Munafri Arifuddin-Rahman Bando bernama Muharram Jaya alias Mus, menderita luka tusukan setelah ditikam oleh orang tak dikenal.

Mus saat ini berada di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, untuk menjalani perawatan. Ia diketahui memang turut berangkat ke Jakarta untuk mendampingi Appi-Rahman. Mus jelang debat memang memilih berada di luar kantor Kompas TV, lantaran adanya pembatasan bagi partisipan atau pengunjung debat.

Mus lantas menunggu di luar gedung, tepatnya dekat halte. Namun nahas, secara tiba-tiba dua orang OTK mendekati Mus dengan sepeda motor. Seorang dengan cepat menusuk pinggang bagian kirinya.

Saksi mata di tempat kejadian mengatakan, usai menusuk korban, pelaku lalu kembali naik ke boncengan, lalu tancap gas.

Sebuah video juga beredar pasca penusukan. Tampak korban memakai baju putih, terbaring sambil memegang pinggang kirinya. Ada dua orang yang menolongnya. Terdengar suara seseorang memanggil ambulans.

Penulis : Chaidir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Penikaman #tim Appi ditikam

Berita Populer