Redaksi
Redaksi

Sabtu, 07 November 2020 20:50

Korban penikaman di RS Siloam.
Korban penikaman di RS Siloam.

Begini Detik-detik Simpatisan Appi Ditikam di Depan Kompas TV Jakarta

Musjaya, anggota tim salah satu pasangan calon wali kota Makassar, ditikam saat menunggu debat usai. Penikamnya kabur dengan sepeda motor.

JAKARTA, BUKAMATA - Sabtu malam, 7 November 2020. Saat itu, di Gedung Kompas Gramedia, Jl Palmerah, Jakarta Pusat, berlangsung debat. Peserta dibatasi masuk. Alasannya Covid-19.

Muharram Jaya atau yang akrab disapa Musjaya, tidak ikut masuk karena pembatasan. Dia dan beberapa rekannya tim sukses pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali kota Makassar, Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman) menunggu debat usai, di depan, tepatnya di dekat halte di Jl Palmerah.

Dari informasi yang dihimpun korban tiba-tiba didatangi oleh seorang pria tak dikenal, yang langsung menancapkan benda tajam pada bagian pinggul kiri korban.

"Infonya begitu, sebelah kiri pinggulnya dan pelaku langsung kabur," kata salah satu petugas keamanan internal Kompas Gramedia.

Sementara itu saksi lainnya melihat, pelaku berlari ke arah pengendara sepeda motor yang sudah menunggunya di depan, lalu langsung tancap gas.

"Ada temannya pelaku yang tunggu di depan dan langsung kabur mereka," kata saksi yang enggan disebutkan namanya.

Korban berusaha mengejar, namun tak berhasil mencapai pelaku, dan lukanya yang dialami cukup parah sehingga ia segera dilarikan ke rumah sakit.

Di lokasi kejadian, di lantai halte, masih terlihat berceceran bercak darah.

Atas kejadian ini juru bicara Appi-Rahman, Fadli Noor, meminta pihak yang berwajib segera menangkap dan mengungkap motif dari pelaku.

"Kami sangat sayangkan kejadian ini, kami meminta Polisi bertindak tegas segera menangkap pelaku," ucapnya.

Korban dilarikan ke RS Siloam Kebun Jeruk Jakarta, guna mendapatkan perawatan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Penikaman